SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Mei 2023) – Selama seminggu penuh Event Pacuan Kuda digelar si Arena Angin Laut Penyaringan, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB bersama Dinas LH Sumbawa dan para pihak turut ambil bagian dalam menyukseskan event tersebut.
Sebelum event pacuan kuda dimulai, Sabtu (13/5) Tim dari DLHK melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa.
Berbagai persiapan dilakukan, pertama, membentuk tim penanganan sampah yang terdiri 15 orang, 10 orang dari Petugas kebersihan Dinas LH Kabupaten Sumbawa dan 5 orang pamhut BKPH wilayah Kabupaten Sumbawa.
Kedua, pemasangan 40 unit keranjang sampah yang tersebar di lokasi acara dan di tenda UMKM serta 6 unit bak sampah di tribun penonton.
Ketiga, pemasangan spanduk iklan layanan masyarakat tentang kebersihan lokasi acara, dan keempat, melakukan clean up lokasi pra acara.
Upaya ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur NTB Nomor: 660/06/KUM tahun 2022 tentang pengurangan potensi sampah di acara seremonial. Bahwa setiap event yang memobilisasi massa akan berpotensi menimbulkan sampah.
Karena itu penyelenggara harus menyusun rancangan penanganan sampah di lokasi acara.
Adapun yang dilakukan oleh tim gabungan penanganan sampah pada Hari Minggu (14/5), adalah melakukan pemeriksaan bak sampah yang sudah diletakkan sebanyak 40 titik.
Melakukan pemeriksaan dan clearing pada lokasi Tribun dan UMKM, dan melakukan sweeping dan himbauan kepada pengunjung di lokasi tribun untuk tidak merokok.
Kemudian melaksanakan clean up, dan terkumpul 50 kg sampah (pengangkutan pagi) dan 500 kg (sore) bentuk botol minuman dan kemasan. Selanjutnya, memetakan lokasi yang paling banyak ditemukan timbunan sampah yaitu di lokasi UMKM dan di dekat panggung,
Pengangkutan Sampah ke TPA dilakukan oleh Dinas LH Sumbawa, memberikan pengumuman melalui pengeras suara secara berkala oleh panitia kepada para pengunjung untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan.
Hingga hari keempat pacuan kuda digelar, tim gabungan penanganan sampah DLHK provinsi NTB dan DLH Sumbawa mampu menghimpun timbulan sampah dengan total 2.350 kg yang terdiri dari 85% sampah non organik seperti botol/gelas plastik kemasan minuman, botol kaca kemasan minuman, dus/kertas dan plastik kemasan makanan.
Sisanya 15% sampah organik yang merupakan ranting/kayu hasil clearing lokasi acara, sisa makanan dari stand UMKM.
Penanganan sampah dilakukan dua kali sehari yaitu pagi hari pada pukul 07.00 WITA untuk membersihkan sisa konsumsi acara pada malam harinya, dan pada sore hari pukul 17.00 WITA menangani sampah selama event siang hari.
Untuk pengangkutan sampah dilakukan satu yaitu pada sore hari, dengan menggunakan satu dump truk yang stand by sepanjang hari di lokasi acara.
Strategi penanganan sampah event kali ini diharapkan selain merupakam upaya sosialisasi dan edukasi tanggung jawab tentang sampah pada masyarakat, juga yang tak kalah penting menjadi awal yang baik yang akan terus dilakukan oleh para pengelola event event selanjutnya yang akan digelar di NTB.
“Ini adalah bagian dari edukasi ke masyarakat dan pemerintah kabupaten kota bagaimana penanganan sampah pada setiap event skala besar. Kita berharap standa penganan sampah seperti ini akan menjadi kebijakan di kab/kota penyelenggara kegiatan serupa. Secara bertahap kami menstransfer pengetahuan dan pengalaman bagaimana penanganan sampah event sebagai bagian dari wujud target NTB Zero Waste,” pungkasnya. (SR)






