KNPI NTB Ancam Tidak Akui Hasil Musda KNPI Sumbawa

oleh -649 Dilihat
Sekretaris DPD KNPI NTB, Edy Kurniawansyah

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Maret 2023)–Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa yang digelar di Hotel Tambora Sumbawa, Selasa (21/3) yang hingga kini masih berlangsung, memantik kekecewaan dari pengurus DPD KNPI NTB.

Para pengurus DPD KNPI NTB terdiri dari Ketua sekaligus Caretaker Selamet Subroto, Sekretaris Edy Kurniawansyah, Ketua Kaderisasi Hasanuddin dan Wakil Kaderisasi, Subhan, memilih meninggalkan lokasi kegiatan saat pemilihan belum berlangsung. Sembari mengancam tidak akan meng-SK-kan, pengurus terpilih KNPI Sumbawa hasil Musda tersebut.

Sebelum meninggalkan lokasi, Sekretaris DPD KNPI NTB, Edy Kurniawansyah memberikan keterangan pers. Ia menyatakan bahwa kehadiran pengurus DPD KNPI NTB tidak dihargai oleh panitia penyelenggara Musda KNPI Sumbawa.

Selain tidak diberikan ‘panggung’ untuk memimpin jalannya Musda maupun memberikan sambutannya, ungkap Edy, permintaan DPD agar panitia memberikan data peserta Musda yang diverifikasi, tidak digubris.

“Kami hanya diundang sebagai tamu undangan, tidak lebih dari itu. Padahal ketua kami sekaligus Caretaker KNPI Sumbawa. Harusnya diberikan kewenangan untuk terlibat langsung dalam proses Musda, sebagaimana lazim dilakukan saat Musda KNPI di beberapa kabupaten lainnya di NTB,” tegas mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa ini.

Terhadap sikap panitia Musda, Edy mengaku telah dibahas dalam rapat internal DPD KNPI NTB, yang hasilnya meminta agar Musda ditunda. Jika dipaksakan untuk dilaksanakan, maka DPD KNPI NTB tidak mengakui hasil Musda dan tidak akan memberikan SK. “Harus ditunda, jangan dipaksakan,” tegasnya.

Ketua Panitia Musda KNPI Sumbawa, Fendi yang coba dihubungi via telepon seluler, belum berhasil dikonfirmasi. Sebab HP nya tidak aktif.

Secara terpisah, Varian Bintoro S.Sos., M.Si dari Purna KNPI Sumbawa yang terlibat dalam pelaksanaan Musda, mengakui adanya kekecewaan dari KNPI NTB versi Edy Kurnianwansyah. Untuk diketahui, kepengurusan KNPI NTB ada dua kubu. Dan digelarnya Musda merupakan keinginan dua kubu tersebut.

Karena itu saat pelaksanaan Musda KNPI Sumbawa ke-14, pengurus dari dua kubu diundang. Harapannya, apapun hasilnya nanti, adalah pengurus KNPI Sumbawa yang diakui keduanya, sehingga tidak ada lagi kepengurusan ganda di Kabupaten Sumbawa seperti yang terjadi sebelumnya.

Namun ketika Musda digelar, DPD KNPI NTB versi Edy Kurniawansyah yang hadir, sementara kubu lainnya tidak hadir. Padahal ketika dua kubu hadir akan diberikan ‘panggung’ untuk melaksanakan prosesi Musda. Agar tidak menimbulkan keberatan dari kubu yang satu, maka Purna KNPI Sumbawa mengambil alih untuk menjadi stering commite (SC) guna memimpin pelaksanaan Musda.

“Memang kami sudah ditegur pengurus DPD KNPI NTB karena yang kami lakukan tidak procedural. Memang benar, tapi itu situsional yang harus dipahami. Bagaimanapun situasi ini kami tidak ingin muncul dua kubu di KNPI Sumbawa. Karena yang hadir satu ditakutkan kubu satu akan keberatan,” ujar Varian Bintoro yang juga Asisten I Sekda Sumbawa sekaligus mewakili Bupati Sumbawa membuka kegiatan Musda KNPI Sumbawa.

Varian memahami kekecewaan Edy Kurniawansyah dkk yang sudah datang namun tidak diberikan apa yang menjadi kewenangannya. Apalagi mereka juga sudah memperlihatkan bukti keabsahan kepengurusan termasuk SK Kemenkum HAM.

“Saya sudah mengundang mereka ke ruangan saya, untuk menyampaikan kondisi yang ada. Karena mereka punya waktu sedikit dan akan balik ke Mataram, sehingga mediasi belum sempat kami lakukan. Sembari Musda tetap berjalan, akan dikomunikasikan kembali dengan DPD KNPI NTB,” pungkasnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *