Wardaya diluncurkan dan 173 Anak Yatim Dapat Bantuan, Sekda: Mari Bangun Kepedulian Sesama

oleh -216 Dilihat

SUMBAWA BESAR, Samawarea.com (4 Oktober 2026) – Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara lembaga sosial dan masyarakat. Sebanyak 173 anak yatim dan dhuafa menerima paket bantuan dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Launching Wakaf Produktif Wardaya (Warung Keluarga Dhuafa Berdaya), Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Panggung Serbaguna TKIT Permata Hati, Gang M Kaharuddin, Kompleks Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP.

Program tersebut digagas Yayasan Kebaikan Madani Indonesia Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Asar Humanity dan Stichting Rizq Belanda.

Ketua Yayasan Kebaikan Madani Indonesia Sumbawa, Suriati, S.Pd., bersama jajaran pengurus dan para penerima manfaat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sekda Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan menghadirkan program nyata bagi masyarakat, khususnya anak yatim dan keluarga dhuafa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Kebaikan Madani Indonesia, Asar Humanity dan Stichting Rizq Belanda yang telah menunjukkan kepedulian dan menghadirkan program nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar Doktor Budi, akrab Sekda disapa.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas karena tidak hanya diisi dengan pemberian bantuan, tetapi juga menjadi momentum peluncuran program Wakaf Produktif Wardaya.

Doktor Budi menilai konsep wakaf produktif merupakan langkah penting dalam membangun kemandirian masyarakat. Bantuan, kata Sekda, idealnya tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju keberdayaan ekonomi penerima manfaat.

“Kita tidak hanya menyaksikan penyerahan bantuan kepada 173 anak yatim dan dhuafa, tetapi juga sebuah langkah yang menurut saya sangat penting, yaitu peluncuran Wakaf Produktif Wardaya,” katanya.

Ia berharap Warung Keluarga Dhuafa Berdaya dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

“Dari sebuah warung, mudah-mudahan lahir semangat kemandirian, kesempatan usaha, peningkatan pendapatan dan pada akhirnya mampu mengangkat kesejahteraan keluarga penerima manfaat,” harapnya.

Sekda juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, lembaga keagamaan, dunia usaha, masyarakat serta para filantropi.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menyelesaikan seluruh persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, lembaga keagamaan, dunia usaha, masyarakat, serta para filantropi, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Khusus kepada anak-anak yatim yang menerima bantuan, Sekda berpesan agar mereka tidak melihat bantuan semata dari nilai yang diterima, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Ia juga mengingatkan agar anak-anak terus belajar, berdoa dan memiliki cita-cita untuk masa depan.

“Kalian adalah bagian penting dari masa depan Kabupaten Sumbawa. Karena itu, teruslah belajar, berdoa, memiliki cita-cita dan jangan pernah merasa rendah diri karena keadaan,” pesannya.

Sementara kepada para orang tua dan keluarga penerima manfaat, Sekda berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meringankan kebutuhan keluarga.

Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kebaikan Madani Indonesia, Asar Humanity dan Stichting Rizq Belanda atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap masyarakat Sumbawa.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.

“Semoga kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Sekda mengajak seluruh pihak untuk membangun Sumbawa melalui semangat gotong royong, kepedulian dan kebermanfaatan.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian.

“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendirian dalam menghadapi kehidupannya,” tandasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan paket bantuan kepada 173 anak yatim dan dhuafa serta peluncuran Wardaya (Warung Keluarga Dhuafa Berdaya). (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *