Ketua DPRD Sumbawa Beberkan Pesan Penting Jokowi di Rakornas

oleh -625 Dilihat

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

JAKARTA, samawarea.com (17 Januari 2023)–Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH mencatat beberapa pesan penting Presiden Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor, Selasa (17/1) pagi tadi.

Saat dihubungi di sela-sela mengikuti Rakornas bersama Bupati Sumbawa, Rafiq menyebutkan bahwa pesan Presiden Jokowi kepada seluruh kepala daerah dan Forkompinda untuk memberikan perhatian khusus pada investasi, sehingga masalah besar investasi di daerah dapat segera dituntaskan.

Presiden juga menekankan masalah penataan ruang, agar perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di kabupaten/kota dapat dikebut. Termasuk penataan dan persetujuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Demikian dengan masalah inflasi, Rafiq mengatakan bahwa Presiden meminta kepala daerah mengecek secara berkala harga komoditas pokok seperti beras, telur, tomat, dan bahan sembako lainnya. Kemudian persoalan stunting yang masih menjadi permasalahan nasional untuk diikhtiarkan lebih ekstra lagi.

“Beliau meminta agar pemerintah daerah meningkatkan fungsi kontrol yang ketat hingga ke desa, bagaimana asupan ibu hamil dan kondisi puskesmas dalam penanganan ibu hamil dan melahirkan,” tambah Rafiq yang juga Ketua DPC PDIP Sumbawa ini.

Di bagian lain, lanjut Rafiq, Presiden menyinggung tata kelola birokrasi, penggunaan APBD dan pemanfaatan produk dalam negeri. Ditegaskan Presiden, APBD harus dibelanjakan untuk produk produk dalam negeri, sehingga hajat pengentasan kemiskinan dapat tercapai.

Selanjutnya kepala daerah juga diminta untuk memperhatikan indikator kinerja aparaturnya dalam mengentaskan kemiskinan. Karenanya peran digitalisasi harus diimplementasikan.

Selanjutnya Presiden mengungkapkan bahwa realisasi untuk TKDN secara nasional baru mencapai 60% dan masih ada uang mengendap yang tidak terpakai di bank sebesar Rp 123 Triliun. Menurutnya, angka itu sangat besar. Presiden meminta agar Silpa tidak banyak di setiap daerah.

Masih disampaikan Rafiq, bahwa dalam pidatonya saat membuka Rakornas, Presiden Jokowi mengintruksikan kepala daerah untuk mendesain kabupaten.kotanya dengan baik melalui pemanfaatan potensi wilayah, dan menjadikan sumberdaya lokal sebagai brand kotanya.

Misalnya. kota pisang, kota meubel, dan kota ikan. Presiden mencontohkan di sebuah kota di Filipina menjadikan ikon pisang sebagai branding-nya. “Sumbawa juga bisa seperti itu, apa yang bisa dibranding. Bisa saja kota madu, kota kuda, kota rusa dan lainnya,” ujar Rafiq.

Di akhir pidatonya, Presiden berpesan agar stabilitas politik dan keamanan pada pemilu 2024 dijaga,  sehingga masyarakat tidak menjadi korban politik. Sejalan dengan itu kebebasan setiap individu dalam melaksanakan ibadah dan agamanya memiliki hak yang sama. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *