Hujan Tak Datang, Lahan Petani di Plampang Dilanda Kekeringan  

oleh -699 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Januari 2023)—Para petani di Kecamatan Plampang tampak ketar-ketir. Pasalnya, sudah hampir sebulan hujan tak kunjung turun. Hal ini mengingat lahan pertanian mereka tadah hujan. Akibatnya, lahan padinya kering dan mulai retak-retak.

Arifin—salah seorang petani di Olat Rora Pamunga, Desa Usar, Kecamatan Plampang Kepada Samawarea.com Biro Sumbawa Timur, mengakui sebagian besar lahan di Kecamatan Plampang khususnya petani yang lahannya tidak memiliki sumber air (Embung) hanya mengharapkan air hujan.

Seperti di Desa Usar khususnya petani di areal persawahan Kuang Lenek, Paliuk Orong Pamunga Beru dan Pamunga Loka. “Para petani di areal persawahan ini sudah tidak tenang karena tanaman kami sudah mulai sekarat. Tanahnya sudah terbelah serta tanaman kondisinya loyo,” katanya.

Hal senada dikatakan Hamid. Ia bersama petani lainnya resah karena sudah lama tak ada hujan. Akibatnya tanaman mereka mengalami kekeringan. “Seandainya di wilayah kami ini ada embung berskala besar sebagaimana wilayah lainnya, maka kami tidak khawatir,” ujarnya.

Padahal, Plampang memiliki lahan yang luas namun tidak dibarengi dengan keberadaan embung. Meski diakuinya ada dibangun Dam, tapi hanya bisa dimanfaatkan petani di beberapa tempat tertentu. Hamid berharap kepada wakil rakyat di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi maupun dinas terkait dapat memperjuangkan nasib mereka. (SR)

bawaslu samawa https://www.samawarea.com/wp-content/uploads/IMG-20260410-WA0032.webpsrc="https://click.advertnative.com/loading/?handle=14885" >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *