SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Desember 2022)–Masin merupakan salah satu komoditas unggulan dan menjadi oleh-oleh ciri khas ketika berkunjung ke Kabupaten Sumbawa. Masin terbuat dari udang yang difermentasikan dengan bumbu selama beberapa minggu bahkan ada yang berbulan-bulan untuk menciptakan rasa yang khas. Pembuatan masin ini masih dilakukan secara manual atau konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama.
Karenanya Nurul Hudaningsih ST, MT (Dosen Teknik Industri) bersama Tim terdiri dari Sopyan Ali Rohman, M.Eng (Ketua Program Studi Teknik Mesin), Iksan Adiasa MT (Ketua Program Studi Teknik Industri), Jumariah Sri Nella (Mahasiswa Teknik Industri), Puput Sri Utami (Mahasiswa Teknik Industri), Sartika (Mahasiswa Teknik Industri), Ikhsan Wasir Riski (Mahasiswa Teknik Industri), Abdul Madjid (Mahasiswa Teknik Mesin), dan Mochammad Zeiny Eka P. (Mahasiswa Teknik Mesin) berinisiasi membuat sebuah alat fermentor masin–makanan khas Sumbawa dengan sistem kendali cerdas (Fermas Kece). Riset ini berlangsung selama 1 tahun melibatkan mahasiswa UTS sebagai tim periset. Riset didanai oleh LPDP dengan skema Riset Keilmuan.
Alat ini dibangun menggunakan Microcontroller Arduino Uno sebagai otaknya dan menggunakan beberapa sensor seperti sensor suhu dan sensor kelembapan serta terdapat mesin pengaduk. Belum lama ini Nurul dan Tim menyerahkan alat hasil riset Fermas Kece kepada Kades Jotang, Herman Hakim, SIP dan perwakilan UMKM Produsen Masin, lokasi serah terima di Kantor Desa Jotang.
Kades Jotang, Herman berterima kasih kepada tim kampus UTS yang telah membangun alat Fermas Kece. UMKM Masin Desa Jotang sangat terbantu dengan adanya alat tersebut.
“Sekali lagi terima kasih dari kami pemerintah Desa Jotang kepada kampus UTS yang tiada hentinya mengembangkan riset tentang alat pembuatan masing Jotang, agar masin Jotang menjadi produk yang sempurna,” jelas Herman.
Nurul berharap kerjasama penelitian antara UTS–Desa Jotang kedepan berjalan lancar dan dengan alat Fermas Kece, produksi masin menjadi berkualitas.
“Semoga kerjasama penelitian antara UTS-Desa Jotang ke depan berjalan lancar dan saling memberi manfaat, khususnya bagi produsen Masin Jotang untuk peningkatan kualitas produk lokal dan inovasi daerah,” pungkasnya. (SR)






