SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 November 2022)–Pemandangan miris terlihat di SDN Pamunga, Desa Usar, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Para murid terlihat belajar di teras, dan sebagian di lantai.
Pasalnya, ruang kelas mengalami kerusakan terutama di bagian atapnya yang kropos dan bocor. Dikhawatirkan akan roboh menimpa murid dan guru. Selain itu 4 kelas tak punya meja dan kursi. Praktis lantai menjadi tempat bagi para murid untuk mengikuti proses belajar mengajar.
“Di sekolah ini ada 4 rombongan belajar. Tidak ada meja dan bangku, semua murid duduk di lantai. Belum lagi di kelas lainnya semua plafonnya berlubang sehingga saat musim hujan air merembes tapi siswa tetap belajar. Atau setelah hujannya reda, kami bersihkan dulu baru belajar,” ungkap Kepala SD Negeri Pamunga, Jemaan, S.Pd kepada Wartawan samawarea.com Biro Sumbawa Timur, Selasa (4/11/22)
Ia mengakui ruangan yang rusak itu dibangun sekitar 10 tahun silam. Seiring berjalannya waktu beberapa bagian bangunan mulai rusak dan hingga kini belum dibenahi. Atapnya kropos, plafonnya rusak parah.
Untuk kursi, sudah beberapa kali diperbaiki karena termakan usia sudah tak layak untuk digunakan. Belum lagi banyaknya jendela kelas yang berlubang tanpa kaca.
Jemaan berharap perbaikan atap yang rusak maupun pengadaan meubleur berupa meja dan kursi untuk 4 rombel (rombongan belajar) sudah sangat mendesak. Karenanya dibutuhkan perhatian segera dari pemerintah melalui dinas terkait.
Untuk diketahui, SDN Pamunga adalah seolah kelas gemuk. Muridnya membludak, berasal dari 3 dusun yakni Dusun Pamunga, Dusun Bukit Geratak dan Dusun Olat Rora. Untuk mendukung kelangsungan belajar mengajar di SDN Pamunga, dibutuhkan pembangunan 4 ruang belajar dengan lokasi yang sudah disiapkan.
“SD Pamunga merupakan sekolah gemuk dengan 11 rombel dan 4 rombel tak punya meja dan bangku,” sebutnya.
Ketua Komite SDN Pamunga, Arifin mengaku perihatin dengan kondisi SDN Pamunga. Selama ini dalam kesinambungan belajar mengajar, pihak terpaksa menambal atap seng yang berlubang dan berkarat. “Ini kami lakukan sembari menunggu perhatian pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap dinas terkait maupun anggota DPRD dapat merealisasikan perbaikan sekolah tersebut, sehingga para murid tidak lagi belajar di lantai, di bawah atap yang bocor dan kropos, serta membahayakan.
Salah seorang wali murid, menyebutkan, bahwa SDN Pamunga tidak jauh dari ibukota kecamatan, namun dinas terkait sepertinya buta terhadap kondisi sekolah tersebut. Bahkan SD Pamunga yang berstatus negeri justru kalah dengan sekolah swasta. (BUR/SR)






