Oleh: Dinda Sari, Nita Indasari, Patriani dan Ali Rusdi Rkt
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 November 2022)–Lebin merupakan salah satu desa yang berada di bawah lereng bukit Panulu di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Lebin memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya potensi pertanian yang cukup luas di antaranya kemiri. Hampir semua lahan pertanian masyarakat Desa Lebin memiliki tanaman kemiri, sementara masyarakatnya hanya memanfaatkan kemiri untuk kebutuhan sehari-hari dan dijual secara langsung tanpa ada pengolahan lebih lanjut yang menyebabkan harga jual relatif rendah.
Aleurites Moluccana atau yang lebih dikenal dengan nama kemiri merupakan salah satu tanaman tropis yang mudah dibudidayakan dan hampir seluruh dunia sudah mengenal tanaman kemiri karena memiliki banyak manfaat. Kemiri memiliki tekstur kulit yang keras sehingga masyarakat kesulitan dalam pemecahan kulit kemiri. Pemecahan kulit kemiri juga masih dilakukan dengan cara manual.
Buah kemiri terbagi dalam 3 bagian yakni kulit luar, kulit biji dan biji kemiri. Daging biji kemiri mengandung kadar gizi dan energi yang cukup tinggi tetapi tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena mengandung racun toxalbumin yang dapat mengakibatkan mual dan biji kemiri memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi untuk dimanfaatkan menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi.
Minyak kemiri memiliki manfaat yang baik bagi tubuh karena mengandung vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan berbagai lemak sehat. Minyak kemiri memiliki komponen penyusun utama yaitu asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Kandungan asam lemak yang terdapat dalam minyak kemiri berupa asam palmitat, asam oleat dan asam linoleat. Minyak kemiri memiliki beberapa manfaat di antaranya minyak kemiri bisa digunakan untuk kesehatan kulit dan rambut.
Minyak kemiri memiliki manfaat yang baik bagi kulit karena dapat mencegah dan mengatasi kulit pecah-pecah, karena kandungan asam lemak pada kemiri mudah meresap pada kulit dan memberi kelembaban untuk mengatasi kulit kering. Minyak kemiri sangat baik digunakan pada bagian-bagian kulit yang kering, karena minyak kemiri kaya akan asam lemak omega 3, omega 6, dan omega 9. Cara mengaplikasikan pada kulit cukup dioleskan pada bagian kulit yang kering dan pecah-pecah. Minyak kemiri juga dapat dimanfaatkan menjadi minyak rambut karena memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan rambut dan membuat rambut tetap hitam dan berkilau. Untuk penggunaannya dapat dilakukan dengan mengoleskan minyak kemiri pada rambut secara merata.
Pada kegiatan Program Merdeka Universitas Teknologi Sumbawa yang dilaksanakan di Desa Lebin, Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian memanfaatkan potensi kemiri dengan melakukan pengolahan kemiri menjadi suatu produk yaitu minyak kemiri. Pengolahan produk kemiri menjadi kegiatan yang mengacu pada salah satu program dari kampus yaitu One Village One Product (OVOP).
Melihat dari situasi dan kondisi masyarakat Desa Lebin yang masih memanfaatkan kemiri untuk kebutuhan sehari-hari, dan dijual secara langsung tanpa adanya proses pengolahan lebih lanjut, sehingga menyebabkan nilai jual masih terhitung rendah, sehingga Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian merancang sebuah gagasan inovasi dengan melakukan pengolahan biji kemiri menggunakan metode pengolahan dengan cara tradisional untuk menjadikan suatu produk minyak kemiri sebagai pelembab dan minyak rambut. Tujuannya meningkatkan nilai jual, serta dilengkapi aspek pendukung berupa desain label produk dan kemasan yang unik sehingga produk dapat menarik minat konsumen dan bersaing di pasaran.
Pengembangan produk ini bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan inovasi, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya suatu pengolahan menjadi produk sehingga dapat menghadirkan suatu brand desa, dengan potensi produk yang sangat bermanfaat serta aspek pendukung yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dan tentunya menambah nilai jual. (*)






