Dikeroyok, Warga Desa Poto Tewas di Depan Sekolah

oleh -724 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 November 2022)–Kasus mengerikan terjadi di wilayah Dusun Sameri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Kamis (3/11/2022) pagi pukul 09.30 Wita.

Seorang warga setempat, Ramjan (26) tewas mengenaskan setelah dibantai sekelompok orang menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka yang sangat parah di bagian kepala, pinggang, pundak dan tangan.

Tidak sampai satu jam, tiga dari empat orang terduga ditangkap dan kini diamankan di Polres Sumbawa. Adalah AH, HM, dan RD. Sedangkan PJ masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Keempat terduga berasal dari Dusun Bekat, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir.

Kapolres Sumbawa, AKBP Henry Novika Chandra, SIK., MH, yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kasus penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal dunia. Dari kejadian ini, pihaknya telah menangkap 3 orang terduga dan satu lainnya masih dalam pengejaran.

Selain itu pihaknya mengamankan barang bukti 6 bilah parang, 3 sarung parang, sebilah bate, 4 anak panah, 1 ketapel, 1 topi copong, jaket warna hitam putih, baju kaos lengan pendek warna ungu, tas, jam tangan 4 HP (Samsung, Oppo, Vivo, Nokia senter), tas pinggang dan uang sebesar Rp 5 juta.

Dijelaskan Kapolres, kejadian bermula dari sengketa tanah antara korban dan terduga AH. Persoalan tanah ini telah melalui proses persidangan di PN Sumbawa yang dimenangkan terduga AH. Namun dalam putusan tersebut, sebagian obyek tanah adalah hak korban. Hal inilah yang membuat terduga tidak terima dan menginginkan keseluruhan tanah dimaksud.

Selanjutnya AH bersama 3 orang lainnya termasuk dua di antaranya putra kandungnya, HM dan RD. Keempatnya mencari korban yang saat itu sedang mengantar istrinya ke sekolah (SDN Samri). Setelah itu korban hendak ke ladang miliknya.

Namun sekitar 100 meter dari gerbang sekolah, tepatnya jalan usaha tani, korban dihadang dua orang terduga. Korban berusaha kabur ke arah depan sekolah. Rupanya di depan sekolah sudah dihadang oleh dua terduga lainnya. Korban langsung diserang hingga terluka parah terkena tebasan parang di beberapa bagian tubuhnya dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Mendapat informasi tersebut, Polsek Moyo Hilir bersama Tim Puma Polres Sumbawa yang kebetulan masih melakukan pengamanan Pilkades bergerak menangkap para terduga. Tiga orang ditangkap dan satu orang kabur. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *