SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 September 2022)–Meski Pilkada di Sumbawa Barat masih dua tahun lagi, namun tensi politik mulai memanas. Beberapa figure bermunculan dan dinilai memiliki kans untuk bertarung pada suksesi 2024 tersebut. Bahkan ada yang secara terang-terangan akan mengumumkan pasangannya dalam waktu dekat.
Figur potensial tersebut di antaranya Fud Syaifuddin (Wakil Bupati KSB dua periode), Amar Nurmansyah (Sekda KSB), Hanifah Musyafirin (istri Bupati KSB), H Kaharuddin Umar (Ketua DPRD KSB) dan Muhammad Nasir (Anggota DPRD Provinsi NTB), Aheruddin Sidik (Ketua Komisi 2 DPRD KSB), Taufik Hikmawan (Kepala Bappeda KSB), dan Muhammad Nur Yasin (Tokoh Agama). Yang masih ditunggu public saat ini adalah arah dukungan Bupati KSB, Dr. H.W. Musyafirin MM.
Ditemui samawarea.com di Kecamatan Utan, Sumbawa, Minggu (11/9), Musyafirin menyatakan semua figure yang muncul akan didukung, mengingat memiliki kedekatan dengannya. Ia mempersilahkan siapapun yang ingin maju pada Pilkada KSB untuk mensosialisasikan diri. Demikian manuver politik oleh sejumlah figure, dianggapnya sah-sah saja, asalkan dapat menjaga etika dan kondusifitas daerah.
Meski semua figure memiliki kedekatan dengannya, Firin—sapaan Bupati KSB dua periode ini, mengaku secara spesifik belum menentukan siapa yang didukung. Sebagai orang partai politik, tentu mendengar dan melaksanakan apa yang menjadi instruksi partai yaitu PDI Perjuangan. “Apapun keputusan partai nanti, kita sebagai kader tegak lurus dan sami’na waato’na,” kata Ketua Bappilu PDIP NTB ini.
Meski demikian, lanjut Firin, untuk menentukan pasangan yang akan didukung dan diusung PDIP untuk Pilkada KSB, ditentukan setelah Pileg mendatang. Salah satu indikatornya, adalah hasil survey. Saat ini pihaknya belum memikirkannya. PDIP masih focus dengan proses penjaringan bakal calon anggota legislative dari tingkat daerah, propinsi hingga pusat.
“Tanggal 14 September nanti, PDIP akan melaksanakan Rakerda untuk proses assessment atau penjaringan bakal calon legislative di semua tingkatan. Targetnya untuk KSB setiap dapil terisi dua kursi,” kata Firin.
Disinggung mengenai nama Hanifah Musyafirin digadang maju di Pilkada KSB, Firin tak menampiknya. Tapi sejauh ini dia selaku suami belum memikirkan atau mendorong istrinya maju sebagai calon pada Pilkada KSB. “Belum ada itu, namanya politik pasti dinamis, kita lihat saja nanti. Intinya apapun perintah partai kami sebagai kader siap mengamankannya,” ujarnya lagi.
Siapapun pemimpin KSB mendatang, ungkap Firin, memiliki PR yang besar. KSB sekarang merupakan daerah berperingkat nasional sebagai kabupaten yang perkembangannya paling potensial. Kemajuan di berbagai bidang terus menggeliat, terutama di bidang industri. Ke depan KSB bukan hanya menjadi kiblat ekonomi NTB melainkan juga nasional. “Jadi pemimpin ke depan harus peka terhadap hal ini,” pungkasnya. (SR)






