Perkuat Keamanan Pangan, Puluhan Kader Ikut Bimbingan Teknis

oleh -574 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15 Agustus 2022)–Puluhan kader pangan aman mengikuti Bimbingan Teknis Penyuluhan Kader Keamanan Pangan di Hotel Grand Samota. Kegiatan tahap II yang dilaksanakan selama dua hari, 15—16 Agustus 2022 ini, digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa melalui Seksi Kefarmasian Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan.

Para kader ini merupakan utusan dari 8 kelurahan dan desa. Yakni Kelurahan Bugis, Kelurahan Lempeh, Desa Labuhan Sumbawa, Desa Labuhan Badas, Jorok Utan, Kerekeh, Batu Bulan, dan Kelungkung Batu Lanteh. Mereka terdiri dari Lurah, Kades, Ibu PKK, Karang Taruna, dan Guru UKS.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dikes Sumbawa, Nur’ainah S.Sos melaporkan, bahwa Bimtek ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader terhadap praktek penyuluhan pangan aman dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan.

Sebelumnya, ungkap Ena—sapaan akrabnya, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan yang sama tahap I, yang diikuti 10 desa dan kelurahan. Dia berharap desa dan kelurahan yang mengutus para kadernya untuk mengikuti kegiatan ini mampu mandiri, mewujudkan keamanan pangan hingga tingkat perseorangan, serta meningkatkan daya saing produk local desa dan kelurahan yang aman dan bermutu.

Di bagian lain laporannya, Ena menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa pernah mendapatkan program desa pangan aman dari BPOM Mataram yaitu pada tahun 2015 sebanyak 3 desa, 2020 ada 5 desa, dan 2022 sebanyak 18 desa dan kelurahan.

Sebelumnya juga, Tahun 2020, BPOM memberikan bantuan alat tes pemeriksaan boraks, formalin dan metanil yellow kepada desa intervensi tersebut. Ke depan sangat diharapkan seluruh desa mendapatkan intervensi desa pangan aman dan mengadopsi program itu dalam APBDes yang disusun untuk kegiatan pemberdayaan di desa.

Sementara Kadis Kesehatan Sumbawa, Junaidi A.Pt., M.Si mengatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan dijamin dalam undang-undang dasar. Negara berkewajiban membuktikan ketersediaan yang terjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang baik pada tingkat nasional maupun daerah.

Pemerintah ungkap Kadis, memberikan perhatian yang serius terhadap keamanan pangan. Berbagai kegiatan diluncurkan. Di antaranya program Desa Pangan Aman dengan mencetak kader pangan di setiap desa.

Pasalnya, keamanan pangan berkaitan langsung dengan kesehatan. Dengan kesehatan, diyakini mampu mewujudkan kesejahteraan. “Kalau tidak sehat, tidak ada aktivitas dan produktivitas, dan tidak ada ekonomi keluarga. Jadi, tanpa kesehatan tidak ada kesejahteraan,” imbuhnya.

Ia berharap para kader pangan aman yang mengikuti bimtek ini dapat mengimplementasikan wawasan atau pengetahuannya. Kader inilah yang nantinya menjadi agen untuk menjangkau masyarakat di semua desa dan kelurahan guna meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman dan bermutu.

Untuk diketahui Bimtek tersebut diisi oleh tiga narasumber. Pada hari pertama hadir Ihlana Nairfana S.TP., M.Si—Dosen UTS dengan materi berjudul “Penerapan Keamanan Pangan dan Teknik Komunikasi Efektif”. Diskusi yang dipandu Indah Komalasari S.Pam, A.Pt—Kasi Kefarmasian Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Dikes Sumbawa ini, berlangsung dinamis. (SR)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *