Hanya Panen Sekali, Petani Talonang Butuh Sumur Bor

oleh -544 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (25 Agustus 2022)–Desa Talonang memiliki hamparan lahan pertanian yang luas. Namun kemajuan pertanian masih belum dirasakan oleh petani setempat. Pasalnya, lahan pertaniannya hanya bisa ditanam sekali dalam setahun mengandalkan tadah hujan. Kades pun berharap ada bantuan sumur bor terdalam.

Ditemui samawarea.com, Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo SP menyebutkan luas lahan pertanian di desanya mencapai 1.800 hektar. Ia mengakui lahan seluas itu hanya bisa ditanam sekali setahun. “Kami menanam hanya saat musim hujan,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dapat membangun sumur bor dalam. Dengan luas lahan pertanian yang ada, dibutuhkan sekitar 20 sumur bor, sehingga para petani bisa menanam lebih dari sekali dalam setahun. “Sudah pasti petani kami akan berdaya secara ekonomi. Sebab setiap panen dalam satu hektar bisa mencapai 8 sampai 10 ton jagung,” ungkapnya.

Selain panen sekali, lanjut Kades Budi, warganya setiap memasuki musim tanam mengajukan pinjaman KUR ke bank. Untuk biaya tanam di Talonang terbilang tinggi, mengingat ada biaya pembersihan lahan yang harus dikeluarkan.

“Lantaran lahannya hanya satu kali saja bisa ditanam, sisa waktunya ditumbuhi rumput liar bahkan jenis-jenis kayu keras karena terlalu lama ditinggalkan. Setelah panen, kita harus membayar hutang bank terlebih dahulu, sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harapan bisa sampai musim tanam tahun depan,” ujarnya.

Jika hanya mengandalkan pertanian yang hanya sekali setahun, warganya mengalami kesulitan secara ekonomi. Karena itu harus pintar mencari sumber pendapatan lain. “Inilah alasan mengapa petani di Desa Talonang sulit berkembang,” katanya.

Kades mengakui sudah mendapat bantuan pemerintah berupa embung. Namun sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan karena posisinya lebih rendah dari lahan pertanian. “Sehingga tidak bisa mengairi lahan pertanian masyarakat,” akunya.

Hal senada disampaikan Muksim—petani Talonang. Ia berharap bisa menanam dua kali setahun. Karena dengan hanya satu kali tanam, hasilnya tidak mencukupi untuk menopang ekonomi keluarga. “Semoga permintaan sumur bor dapat menjadi diprioritaskan untuk direalisasikan,” pintanya. (HEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *