Berjalan Dua Tahun, Program Food Estate Talonang Belum Maksimal

oleh -524 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (26 Agustus 2022)–TNI bersama pemerintah telah membangun food estate di Desa Talonang Baru Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, seluas 100 hektar. Keberadaannya sudah berjalan selama dua tahun. Namun yang direncanakan selama ini masih belum maksimal, sehingga membutuhkan dorongan dari semua pihak.

Ditemui Samawarea.com, Kamis (25/8), Ketua Kelompok Sampar Baru, Syaifullah mengakui belum maksimal program food estate. Saat ini pola tanam masih menggunakan system seperti lahan biasa. Menanam hanya sekali karena sumur bor baru dibangun, serta belum jaringannya belum tersambung ke area pertanian. “Itu baru satu sumur bor, sedangkan luas lahan dibutuhkan minimal 4 sumur bor,” ungkap Syaifullah.

Jika sudah ada sumur bor dan dibangun jaringannya, Ia meyakini lahan food estate bisa ditanam 3 kali, yakni sekali jagung selebihnya tanaman agro, seperti cabai, tomat, terong, dan lainnya. Sedangkan untuk agroforestry belum bisa terlaksana. Sebab sampai saat ini belum ada bantuan bibit kayu. Rencananya akan ditanam kayu sengon dan mahoni. Untuk buah-buahannya akan ditanam kelengkeng, dan rambutan, ditambah kayu putih.

“Dalam pengelolaan food estate ini kami kelompok Sampar Baru, tidak hanya mengandalkan pemerintah dan TNI, tapi kami selalu berbuat apa yang bisa kami lakukan. Salah satu contoh pembuatan jalan usaha tani, kami lakukan secara swadaya di beberapa titik,” ungkapnya.

Mengenai pengembangan peternakan dalam program food estate diakui Syaifullah, juga belum terlaksana. Jika benar ada pengembangan ternak, akan cepat berkembang karena melihat potensi lahan yang cukup luas. Kemudian, pengelolaan lahan food estate juga ada pembagian hasil baik PPh, dan PNBP 10% untuk non kayu dan 6% untuk pengelolaan kayu.

“Selama dua tahun ini kita sudah bisa bagi hasil sampai 40 juta lebih ke negara, apalagi kalau semuanya sudah maksimal kami yakin akan bisa lebih banyak untuk Negara,” imbuhnya.

Syaifullah mengaku bahwa kondisi tersebut sudah disampaikan kepada semua pihak. Semua menjanjikan tahun ini untuk diselsaikan. “Ini juga sudah kami sampaikan saat kunjungan Danrem beberapa waktu lalu. Katanya akan dipenuhi tahun ini,” ujarnya. (HEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *