SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Juli 2022)–Petani bawang di Kabupaten Sumbawa yang terakomodir dalam Program The Development of Integrated, Farming System, In Upland Areas Project, Dirjen PSP, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2022, sukses. Ini terbukti dilakukan panen raya yang dipusatkan di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang, Senin (4/7).
Yang membuat bahagia, panen raya bawang ini dilakukan saat harga bawang merah di Sumbawa mendapat Rp 47.000 per kilogram. Dapat dipastikan, para petani bawang merah Sumbawa ini menjadi orang kaya baru.
Turut hadir Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Bupati Sumbawa, Ketua DPRD Sumbawa, Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Pimpinan OPD, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa, Camat Plampang, Kepala Desa se-Kecamatan Plampang serta seluruh Kelompok Tani.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., bahwa panen raya bawang merah ini berlangsung di Kelompok Tani Parak Olat, Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang. Kelompok tani ini merupakan salah satu dari 38 kelompok tani penerima bantuan Program Upland Tahun 2022.
Program Upland adalah bantuan dana hibah dari Negara donor IFAD dan IsDB selama 5 tahun dari 2020 sampai 2024 mendatang. Penerima bantuan upland ini tersebar di 13 kabupaten salah satunya Sumbawa.
Disebutkan Kadis Wayan, melalui program ini Sumbawa mendapat alokasi dana mencapai Rp 80 milyar yang diperuntukan bagi pengembangan bawah merah seluas 800 hektar. Meliputi penangkaran 65 hektar dan pengembangan seluas 735 hektar yang tersebar di 15 kecamatan dan 84 kelompok tani.
Dalam mendukung berjalannya program ini ungkap Kadis Wayan, sebelumnya pada Tahun 2021 telah dibangun infrastruktur meliputi pembangunan sumur dangkal 383 unit, perpipaan 81 unit, sumur dalam 25 unit, dan jalan usaha tani 14 kilometer.
Kemudian, petani mendapat bantuan benih bawang merah label ungu 65 ton, benih label biru 735 ton, pestisida organic 800 paket, pupuk organic 800 paket, kultivator 83 unit, hand sprayer 195 unit, wist blower 80 unit, dan hand traktor 83 unit.
Tak hanya itu petani bawang juga mendapatkan bantuan small scale drier 18 unit, Kube 7 unit, central warehouse 1 unit, prosesing facilities 8 unit, digital scale 21 unit, alat processing bibit 1 unit, 5 alat packing, 5 unit truk dan 13 roda tiga.
“Untuk pengembangan penangkaran sebanyak 45 hektar dan 340 hektar pengembangan telah dilaksanakan di 84 kelompok tani termasuk pengalokasian pupuk organic dan pestisida nabati sudah diserahkan kepada kelompok tani sesuai dengan luasan tanamnya,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan kata Kadis Wayan, progress pengembangan sudah mencapai 60 persen karena waktu tanam masing-masing kelompok berbeda-beda membuat waktu panen tidak bersamaan. Namun demikian hasil panen rata-rata 9—12 ton per hektar, sedangkan petani pemula 7 ton perhektar.
Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah usai panen raya menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI yang sudah menunjuk Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi kegiatan Upland ini.
Panen raya tersebut membuktikan bahwa petani penerima bantuan telah bersungguh-sungguh melakukan budidaya bawang merah. Terbukti pada 12 kecamatan 19 desa penerima bantuan, rata-rata sudah melakukan panen dengan produksi yang cukup tinggi dan harga jual yang sangat baik.
Selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, Ia sangat mengapresiasi program ini karena bantuan yang diberikan dari hulu hingga hilir sampai dengan pemasaran. Bahkan pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang menjadi wadah bagi petani upland untuk memasarkan produk hasil pertanian kepada offtaker, bukan kepada tengkulak.
“Saya menghimbau kepada para petani bawang merah agar senantiasa melakukan budidaya tanaman yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan pupuk organik maupun pestisida nabati. Adapun penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir. Dan insya Allah program ini akan terus saya pantau,” tandasnya. (SR)






