SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Juli 2022)–Mengawali Tahun Ajaran Baru 2022/2023, PPDB SMA Negeri 1 Plampang dihadapkan dengan aksi protes dari tokoh masyarakat dan orang tua calon siswa. Pasalnya, ada 33 calon siswa yang tidak terakomodir menjadi siswa baru di sekolah favorit wilayah Sumbawa bagian timur ini. Sejak pendaftaran siswa baru dibuka, peminatnya mencapai 320 orang melebihi kuota dari 7 rombongan belajar (rombel) yang disiapkan.
Kepala SMA Negeri 1 Plampang, Saparuddin, S.Pd., M.Pd yang dikonfirmasi Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur menyebutkan bahwa sebelumnya tercatat calon peserta didik baru dari jalur prestasi 11 orang, jalur afirmasi 99 orang dan jalur zonasi 210 orang. Semua jalur zonasi dan afirmasi diakomodir, sedangkan jalur zonasi hanya 168 orang. “Total yang kami terima 224 orang untuk 7 rombel,” imbuhnya.
Terkait adanya protes dari masyarakat terutama orang tua yang anaknya tidak terakomodir, Saparuddin menyatakan sudah mendapat solusinya. Pihaknya telah bersurat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB di Mataram. Surat bernomor 045.2/125/SMA/.01/PLP2022 ini sudah dilayangkan menyusul meningkatnya jumlah calon peserta didik baru yang terdaftar di SMA Negeri 1 Plampang Tahun Ajaran 2022-2023.
“Berdasarkan data, sebagian besar calon peserta didik yang tertolak adalah mereka yang berdomisili di pelosok dan pesisir wilayah Kecamatan Plampang,” ungkapnya.
Terhadap surat permohonan itu, lanjut Saparuddin, telah mendapat persetujuan dari Dinas Dikbud Provinsi, sehingga 33 calon siswa yang sempat tertolak kini sudah resmi menjadi siswa siswi SMA Negeri 1 Plampang,” pungkasnya. (BUR/SR)






