SUMBAWA–Pembongkaran jembatan darurat di jalan lintas tiga desa di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa berbuntut konflik antara desa. Jembatan darurat yang dibangun warga Pamunga di jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Desa Usar, Desa Prode 2 dan Desa Prode 3 ini, terletak di Dusun Pamunga Desa Usar.
Tindakan pembongkaran ini terpaksa dilakukan karena banyaknya ranting dan kayu tersangkut di tiang jembatan membuat air sungai terbendung sehingga menggenangi dua RT yaitu RT 06 dan 07 di Dusun Pamunga. Ini setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat, Jum’at, 1 April 2022 lalu.
Ketua BPD Desa Usar, Muhammad Sidik, S.Pd., SH epada Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur, Senin (4/4/2022) menjelaskan, beberapa bulan lalu jembatan darurat ini putus akibat diterjang banjir. Warga pun berinisiatif dan bergotong royong membangun jembatan darurat, mengingat jembatan itu satu-satunya akses yang dilintasi masyarakat di tiga desa.
Bahkan saat itu melalui pemerintah kecamatan sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kabupaten dan dinas terkait agar jembatan tersebut segera di tanggulangi. Karena lambatnya penanganan, mengakibatkan terjadinya banjir. Warga RT 06 dan 07 Dusun Pamunga yang menjadi korban terjangan banjir melakukan pembongkaran terhadap jembatan yang dianggap menjadi pemicu. Tindakan warga ini membuat masyarakat Desa Prode 2 keberatan.
Camat Plampang, Syaihuddin, SP mengatakan pembongkaran jembatan oleh warga ini mendapat perhatiannya. Ia bersama Babinsa dan Ketua BPD Desa Usar turun ke lokasi. Menurut Camat, sesuai situasi, jembatan itu harus segera ditangani. Pihaknya telah menghubungi BPBD Kabupaten Sumbawa namun belum direspon.
Dijelaskan Camat, banjir terjadi pada Sabtu lalu, dan menimbulkan gejolak pada Minggu pagi. Warga Desa Prode 2 dan warga Pamunga Desa Usar, bersitegang. Camat langsung mempertemukan kedua belah pihak agar persoalan tidak berkepanjangan. “Kami berharap jembatan itu segera ditangani mengingat masyarakat saat ini sudah mulai panen sehingga jembatan bisa dimanfaatkan untuk pengangkutan hasil bumi,” pinta Camat Syaihuddin. (BUR/SR)






