SUMBAWA—Penyuluh dan petani di Kabupaten Sumbawa ditingkatkan. Upaya ini dilakukan dengan diikutkannya penyuluh dan petani tersebut dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani, hasil kerjasama Pemda Sumbawa dengan DPR RI dan Kementerian Pertanian.
Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd. M.Pd., saat membuka kegiatan yang dihadiri secara virtual oleh Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST., sangat mengapresiasi kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang ini. Ia berharap para peserta dapat mengikutinya dengan baik dan seksama.
Wabup pada kesempatan itu juga meminta para penyuluh pertanian di Kabupaten Sumbawa agar memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tani, terutama tentang ketergantungan penggunaan pupuk kimia yang terkadang langka, dan mulai beralih menggunakan pupuk organik.
Selain itu, Wabup juga menyoroti harga beli gabah petani yang saat ini sedang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah menjalin kerjasama dengan Perum Bulog Sumbawa guna mengoptimalkan penyerapan gabah petani Sumbawa.
Hasilnya, pada Rabu kemarin, sebanyak 1000 ton beras hasil produksi petani Sumbawa telah dikirim ke Provinsi NTT melalui Pelabuhan Badas. Pengiriman beras tersebut, kata Wabup, merupakan salah satu langkah yang diambil Pemerintah Daerah untuk menyerap dan menstabilkan harga gabah petani Kabupaten Sumbawa. (SR)






