SUMBAWA—Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Esty Setyo Nugroho, SIK meminta masyarakat untuk menghentikan aksi perambahan hutan. Sebab banjir yang melanda Kecamatan Alas dan Alas Barat, salah satunya akibat hutan yang sudah gundul.
Kapolres yang ditemui di lokasi banjir Alas, Selasa (15/2) siang, mengakui sebagian besar hutan wilayah setempat telah beralih fungsi menjadi ladang jagung. Ini sangat berpotensi terjadinya bencana.
“Kita perlu secara intensif menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak lagi merambah hutan untuk menanam jagung. Cukuplah banjir di Alas ini menjadi pengingat,” kata perwira berpangkat dua melati ini.
Terkait dengan banjir Alas, Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terutama yang tinggal di bantaran sungai. Pasalnya saat ini curah hujan masih cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan akan ada banjir susulan.
Fakta di lapangan, ungkap Kapolres, yang terdampak cukup parah dari musibah tersebut adalah warga yang bertempat tinggi pada radius 10—100 meter dari sungai. “Ini yang perlu diantisipasi warga guna menghindari adanya korban jiwa,” ujarnya.
Untuk diketahui, lanjut Kapolres, dalam penanganan pasca banjir, pihaknya menerjunkan puluhann personil dari Polres, Polsek, dan Brimob, serta diback-up jajaran TNI.
Seperti diberitakan, banjir bandang di wilayah Kecamatan Alas dan Alas Barat pada Senin (14/2) kemarin, menerjang 7 desa. Yaitu, Kalimango, Desa Baru, Marente, Desa Luar, Juran Alas, dan Desa Dalam. Enam desa ini berada di wilayah Alas. Sedangkan satu desa berada di wilayah Alas Barat yaitu Desa Gontar. Berdasarkan data yang ada, tercatat 724 KK menjadi korban, dan empat jembatan rusak dihantam banjir.
Seperti Jembatan Cinta di Dusun Jotang sepanjang 20 meter, Jembatan Limpas Marente, dan Jembatan Pokdarwis Tiu Kele. Selain itu jembatan gantung Desa Luar Alas Barat. Tak hanya jembatan, bronjong 500 meter di Desa Baru dan bronjong 25 meter di Dusun Penua hanyut. Kemudian 40 meter pipa induk PDAM hanyut, 50 meter pipa Pamsimas amblas, dan 6 beruga di Taman Wisata Marente hanyut. (SR)






