SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 April 2026) – Peristiwa tragis terjadi di Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Seorang pria tewas setelah menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Selasa (28/4/2026) malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini SH SIK melalui Kapolsek Utan, AKP Awaluddin SAP.,M.M Inov, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Syahrul (46), seorang petani warga Dusun Jorok Luar. Sementara satu korban lainnya, Mahdi (40), yang merupakan paman pelaku, mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam.
Terduga berinisial GS (20), yang masih berstatus mahasiswa dan merupakan anak kandung korban.
Peristiwa berdarah ini diduga dipicu konflik keluarga yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Senin (27/4/2026), korban sempat menegur pelaku agar mencari pekerjaan. Teguran tersebut memicu emosi pelaku hingga terjadi cekcok dan korban menampar pelaku.
Malam harinya, pelaku sempat mengeluhkan sakit dada dan dibawa ke Puskesmas Utan oleh korban bersama paman korban, Mahdi. Setelah mendapat perawatan, mereka kembali ke rumah.
Namun, pada Selasa malam, emosi pelaku kembali memuncak. Ia terlibat cekcok dengan korban, lalu mengambil pisau dapur dan menusuk dada kiri korban hingga kritis.
Mahdi yang berusaha melerai justru ikut diserang, menyebabkan luka robek pada bagian lengan dan paha.
Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Utan, namun nyawa Syahrul tidak tertolong akibat luka tusuk di dada.
Keluarga korban yang mengetahui peristiwa tersebut sempat emosi dan melakukan pengeroyokan terhadap pelaku. Beruntung, aparat kepolisian segera mengamankan pelaku dari amukan massa.
Sekitar pukul 23.25 Wita, pelaku kemudian diserahkan ke Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, mengamankan pelaku beserta barang bukti, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, polisi juga melakukan pendekatan kepada pihak keluarga korban agar menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
“Peristiwa ini dipicu oleh emosi dan dendam pelaku terhadap korban yang merupakan ayah kandungnya sendiri,” ungkap Kapolsek.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian. (SR)





