SUMBAWA—Bulan Ramadhan sudah dekat. Diperkirakan Bulan Suci dan mulia itu jatuh pada awal April mendatang. Biasanya ibadah bulan puasa tersebut terganggu dengan kerap padamnya listriknya.
Meski selama beberapa tahun ini tidak terlalu sering, namun terkadang pemadaman itu terjadi ketika berbuka puasa, dan sholat taraweh. Untuk Bulan Ramadhan 1443 Hijriyah/2022 Masehi, PLN UP3 Sumbawa berupaya agar tidak ada pemadaman listrik.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Sumbawa, Wiedhyarno Arief Wicaksono yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/2), menyatakan, bahwa daya yang tersedia masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bulan Ramadhan. Apalagi pemeliharaan mesin dan jaringan sudah dilakukan, sehingga pemadaman yang bersifat teknis dipastikan tidak akan terjadi.
Pemadaman yang terjadi selama ini meski tidak terlalu sering, karena adanya pemeliharaan jaringan sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi pemadaman akibat factor non teknis atau factor alam. Misalnya pohon jatuh atau ranting patah menimpa jaringan.
“Jadi pemadaman kemarin itu karena petugas kami tengah melakukan perabasan ranting dan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan,” kata Widi, sapaan manager muda ini.
Widi memastikan kondisi listrik di Bulan Ramadhan, aman terkendali. Saat ini daya mampu PLN UP3 Sumbawa mencapai 130.600 KW, sementara beban puncak 106.200 KW sehingga ada sisa cadangan 24.200 KW.
“Ketika ada pemeliharaan mesin, tidak akan dilakukan pemadaman, karena cadangan yang ada masih sangat cukup. Jika pemadaman terjadi, itu bukan kesengajaan, melainkan factor non teknis atau alam. Untuk itu kami minta partisipasi masyarakat untuk ikut memelihara jaringan, terutama yang memiliki pohon yang dekat dengan jaringan agar mau pohonnya dirabas,” demikian Widi. (SR)






