SUMBAWA–Banjir tidak hanya menerjang 6 desa di Kecamatan Alas, tapi juga Alas Barat tepatnya Desa Gontar. Dari musibah ini, Jembatan Penghubung Gontar–Stowe Brang, putus. Akibatnya tiga sekolah diliburkan.
Menurut Kades Gontar, Muhammad Taufik SP, diliburkannya tiga sekolah yakni dua SD dan satu SMP, karena jembatan gantung yang putus itu satu satunya akses yang dilalui para pelajar dari Dusun Stober.
“Sebagian besar siswanya ada di Dusun Stober, sementara sekolahnya di Gontar. Karena jembatan putus mereka tidak bisa ke sekolah,” kata Kades Taufik, Selasa (15/2).
Untuk diketahui ungkap Kades, jembatan penghubung sepanjang 100 meter itu dibangun empat tahun lalu atas swadaya masyarakat.
Ia berharap pasca banjir ini pemerintah kembali membangunnya dengan kondisi yang representatif, sehingga dapat dilalui minimal kendaraan roda dua.
“Selama ini jembatan gantung itu hanya dilalui dengan berjalan kaki. Semoga ke depan bisa juga dilalui kendaraan,” harapnya.
Sementara Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd yang ditemui di lokasi, mengatakan, untuk saat ini sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir di Alas dan Alas Barat, akan diupayakan untuk diperbaiki.
Mengingat anggaran daerah yang terbatas, pihaknya akan mengkoordinasikannya dengan pemerintah pusat dan propinsi.
“Kita tetap berupaya agar fasilitas publik bisa dimanfaatkan kembali,” pungkasnya. (SR)






