SUMBAWA—Keberadaan Gas Elpiji 3Kg di Kabupaten Sumbawa kerap langka. Hal ini menjadi salah satu factor, naiknya harga elpiji melebihi harga eceran tertinggi (HET). Kondisi tersebut sudah pasti memberatkan masyarakat. Di satu sisi ada oknum-oknum yang bermain di tengah situasi itu untuk mengeruk keuntungan.
Terhadap kenyataan ini, Sekretaris Partai Gelora Indonesia Kabupaten Sumbawa, H Novel SH, angkat bicara. Menurut Novel, kelangkaan dan kenaikan harga Elpiji 3Kg ini bukan persoalan biasa melainkan masalah serius yang harus mendapat perhatian dari pemerintah.
Mengacu pada Edaran Gubernur NTB nomor 150-365 tahun 2019 tentang Harga Eceran Tertinggi yang berpatokan pada jarak tempuh, ungkap Novel, untuk gas Elpiji 3 Kg radius 0-60 Km seharga Rp 15.000, radius 60-120 Km Rp 15.750 dan untuk radius diatas 120 Km sebesar Rp. 16.500. Namun kenyataan di lapangan harganya di atas Rp 20.000.
“Kita tidak tau siapa yang memainkan harga ini apakah pangkalan atau pengecer, atau ada pihak lain,” ujar Alumni Fakultas Hukum UNSA ini.
Karena itu Ia mendesak Pemda Sumbawa mengambil langka cepat dengan menggelar Operasi Pasar. Selain itu meminta aparat kepolisian untuk menggelar razia guna mengungkap adanya dugaan permainan dalam persoalan gas elpiji ini. (SR)






