SUMBAWA—Pembangunan Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai dipersiapkan. Keberadaan pabrik pengolahan dan permunian emas dan tembaga ini bakal menyerap tenaga kerja yang sangat banyak dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat. Namun yang menjadi persoalan, belum jelas Sumbawa dapat apa dari keberadaan smelter tersebut.
Sebab sejauh ini belum terdengar ada pembicaraan maupun kesepakatan antara Pemda Sumbawa dan KSB terkait hal tersebut. Padahal Sumbawa menjadi salah satu bagian dari investasi Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk Blok Elang-Dodo Rinti yang berlokasi di wilayah lingkar selatan Sumbawa.
Terhadap hal itu, Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (AMLT) dan Aliansi Masyarakat Lingkar Selatan (AMLS) Kabupaten Sumbawa, angkat bicara. Dua organisasi besar yang selama ini mendukung berjalannya investasi Dodo Rinti, mendesak PT Amman Mineral, membangun smelter yang sama di Kabupaten Sumbawa.
Ketua AMLT, Halim Perdana Kusuma kepada samawarea.com, Senin (14/2) memberikan dua opsi kepada PT Amman Mineral dan pemerintah pusat. Opsi pertama, meminta perusahaan membangun smelter di wilayah Dodo. Dengan cara ini, tidak hanya mampu menuntaskan pengangguran, namun juga meretas kemiskinan.
Jika tidak mampu atau tidak memungkinkan membangun smelter di wilayah Dodo, lanjut Rindu—akrab dia disapa, PT Amman harus merealisasikan opsi kedua, dengan melibatkan masyarakat lingkar selatan Sumbawa dalam proses pembangunan smelter di KSB.
Salah satu dari dua opsi ini, lanjut Rindu, harus direalisasikan. Pasalnya, Sumbawa dengan Dodo Rintinya telah diakui memiliki deposit emas dan tembaga lebih besar dari Batu Hijau KSB. Ia tidak ingin nantinya sumber daya yang ada di Dodo Rinti dikeruk dan dibawa untuk diolah di daerah lain.
“Jangan sampai sumber daya alam kami dikeruk habis dan hasilnya dibawa ke daerah lain. Sementara masyarakat kami gigit jari, tanpa merasakan manfaat dari keberadaannya,” tukasnya.
Apabila permintaan itu tidak diindahkan dalam waktu segera, Rindu menyatakan bersama masyarakat lingkar selatan akan memblokir akses ke kawasan Elang Dodo dan Rinti. “Kami akan buat operasional di Elang Dodo Rinti lumpuh total,” ancamnya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Aliansi Masyarakat Lingkar Selatan (AMLS), Akhyar Muslimin. Ia menambahkan PT. Amman Mineral harus mengakomodir keinginan masyarakat Kabupaten Sumbawa terutama wilayah lingkar selatan. Jika tidak, pihaknya menolak keras pembangunan Smelter di KSB.
Selain itu, dia juga mempertanyakan kejelasan mengenai proyek di Elang Dodo dan Rinti, apakah bagian dari Batu Hijau di KSB atau proyek baru. Apabila merupakan proyek baru, pihaknya menuntut perlakuan yang sama, yaitu pembangunan smelter di kawasan Dodo Rinti.
Sebaliknya jika Dodo Rinti bagian dari proyek Batu Hijau, sudah seharusnya masyarakat Sumbawa dan lingkar selatan dilibatkan. “Kami sudah sepakat dengan masyarakat di lingkar selatan, ketika tuntutan kami tidak diindahkan, akses dan operasional di Dodo Rinti akan kami lumpuhkan,” tandasnya. (SR)






