SUMBAWA—Samota, Kabupaten Sumbawa resmi ditetapkan sebagai lokasi Kejuaraan Dunia MotoCross atau MotoCross Grand Prix (MXGP) yang digelar pada 26 Juni 2022 mendatang. Resminya Samota menjadi lokasi MXGP ini telah ditetapkan kalender event yang dipublikasi Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). \
FIM adalah badan yang mengatur olahraga sepeda motor yang didirikan pada Tahun 1904 dan merupakan asosiasi independen yang dibentuk oleh 116 Federasi Nasional di seluruh dunia. FIM juga diakui sebagai satu-satunya otoritas yang kompeten dalam olahraga sepeda motor oleh Olimpiade Internasional Panitia (IOC). Di antara 50 Kejuaraan Dunia FIM, adalah MotoGP, Superbike, Endurance, Motocross, Supercross, Enduro, Reli Lintas Alam, dan Speedway.
Dalam release FIM yang diterima samawarea.com, Kamis (27 Januari 2022), disebutkan ada 21 race MXGP yang digelar di seluruh dunia. Diawali pada 20 Februari lalu di Inggris tepatnya Matterley Basin, kemudian Mantova–Itali (6 Maret), Villa La Angostura–Argentina (20 Maret), Agueda—Portugal (3 April), Pietramurata—Itali (10 April), Kegums—Latvia (24 April), Orlyonok—MFR (1 Mei), Riola Sardo—Itali (15 Mei), Intu Xanadu-Arroyomolinos Spanyol (29 Mei).
Kemudian, Ernee’—Prancis (5 Juni), Teutschenthal (Jerman), dan Samota Sumbawa—Indonesia (26 Juni). Setelah Samota, para pembalap beranjak ke Jakarta—Indonesia pada 3 Juli 2022. Selanjutnya Cechnia, Belgia, Swedia, Finlandia, Prancis, Turki, TBA dan terakhir di Redbud Amerika pada 25 September 2022. “Menjadikan Samota sebagai tuan rumah bukan pekerjaan mudah, perjalanannya panjang,” ungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc saat dihubungi Kamis (27/1) pagi ini.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, MXGP akan menjadi leverage baru bagi geliatnya ekonomi dan aktivitas di Pulau Sumbawa. “Dengan hadirnya MotoGP di Lombok dan MXGP di Pulau Sumbawa, maka kedua pulau ini bisa maju bersama menuju NTB Gemilang yang kita cita-citakan,” ucapnya.
Dalam persiapan pelaksanaan event dunia ini, menjadi kerja bersama pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten. Salah satunya membenahi bandara sehingga mampu didarati pesawat yang lebih besar. Untuk hal ini akan dilakukan penebalan landasan bandara, mengingat perpanjangan runway (landasan pacu) tidak memungkinkan dalam waktu dekat.
Biaya penebalan landasan berkisar Rp 40—50 milyar ini akan dikeroyok dikeroyok oleh pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. Menteri Perhubungan pun telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan MXGP. Yakni dengan mengoptimalkan runway Bandara Sumbawa.
Pengoptimalan runway ini sangat penting, agar pesawat jenis Boeing bisa mendarat dengan aman di Bandara Sumbawa. Tidak hanya bandara yang harus berubah, pelabuhan maupun rumah sakit juga harus berubah. Karena dengan satu event internasional, menyebabkan banyak perubahan. (SR)
BERIKUT KALENDER EVENT MXGP








