Merasa Jadi Beban Keluarga, Pengamen ini Gantung Diri

oleh -499 Dilihat

MATARAM—Keinginan INS untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri akhirnya kesampaian. Sebab sebelumnya, pemuda yang kesehariannya mengamen ini sempat melakukan aksi nekat tersebut namun berhasil dicegah keluarganya. Kini INS ditemukan tak bernyawa tergantung di Pohon Kelengkeng, areal Pura rumahnya, dengan sprei terjerat di leher, Sabtu (18/12).

Kapolsek Cakranegara Kompol Moh. Nasrullah, SIK menjelaskan bahwa kejadian bermula dari keterangan saksi pertama berinisial KP, dan saksi kedua, MW, yang tinggal serumah dengan korban. Menurut saksi, kebiasaan korban selalu pulang mengamen pukul 00.00 Wita. Setiap pulang selalu yang membukakan pintu adalah MW.

Pada malam kejadian, MW mencari korban (INS) di dalam kamar, namun tidak ada. Setelah itu MW menoleh ke arah sanggah (Pura Keluarga) dan melihat INS sudah dalam keadaan tergantung dan meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada pohon klengkeng di dalam areal Pura rumahnya, korban gantung diri menggunakan sprei yang disambung dengan kain lainnya. Korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya sendiri,” terang Nasrullah.

Atas laporan masyarakat, Unit Reskrim dan SPK Polsek Cakranegara mendatangi TKP dan menginterogasi saksi-saksi serta mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, menggunakan Ambulance untuk dilakukan visum luar. Pihak keluarga korban tidak bersedia korban di otopsi.

Sebelumnya korban pernah mencoba nekat bunuh diri namun dapat diselamatkan oleh keluarganya. Aksi nekat korban diduga karena merasa menjadi beban dalam keluarga. (SR)

bawaslu samawa https://www.samawarea.com/wp-content/uploads/IMG-20260410-WA0032.webpsrc="https://click.advertnative.com/loading/?handle=14885" >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *