SUMBAWA BARAT–Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat meminta pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus melakukan pemantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar-pasar wilayah KSB.
“Pemantauan harga harus terus dilakukan dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap adanya trend kenaikan harga beberapa jenis sembako di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini,” desak Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Barat, Akheruddin Sidik, Selasa (21/12).
Pihaknya ungkap Aher, sudah melakukan pemantauan lapangan ke Pasar Seteluk. Hasilnya, ditemukan beberapa bahan pokok yang trend harganya naik. Karena itu komisinya menyarankan Pemda menyiapkan langkah antisipatif. “Siapkan skenario yang matang dan terukur untuk mengatasi trend harga yang cenderung naik atas beberapa kebutuhan bahan pokok menjelang tahun baru ini,” ujarnya.
Menurut politisi muda PKP ini, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga melalui kegiatan operasi pasar dan sejenisnya. “Saya juga meminta pihak terkait untuk melakukan koordinasi dan sinergitas terutama Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) agar mengambil inisiasi terkait hal ini,” tegas politisi asal Kecamatan Seteluk ini.
Aher juga menambahkan, peran dinas terkait sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi harga dan menjamin ketersediaan stok barang di saat kebutuhan masyarakat meningkat. Ketersediaan dan stabilnya harga harus terus dipantau, karena akan sangat membantu masyarakat terlebih pada saat pandemi covid yang sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat. (HEN/SR)






