SUMBAWA BARAT, samawarea.com (18 November 2021)
Kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi Dinas Perikanan Sumbawa Barat terhadap bantuan yang diberikan Pemerintah KSB berupa alat tangkap sejak Tahun 2017 melalui Program Bariri Nelayan.
Kepala Dinas Perikanan yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Iwan Irawan S.Pt,.M.Si, belum lama ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah memberikan bantuan alat tangkap berupa mesin dan sampan kepada semua nelayan di Sumbawa Barat baik nelayan laut ataupun nelayan Danau Lebo. Jumlahnya sebanyak 382 unit sampan. “Setelah kita evaluasi dampak dari bantuan tersebut ada peningkatan secara ekonomi terhadap para nelayan,” ujarnya.
Peningkatan ekonomi ini lanjutnya, terjadi karena ada peningkatan kualitas alat tangkap. Sebelum ada program Bariri Nelayan, masyarakat nelayan tidak memiliki alat tangkap. Kerapkali dia meminjam sampan temannya yang tidak melaut. Tentu hasilnya tidak maksimal. Dengan adanya bantuan pemerintah daerah berupa sampan dan mesin, sehingga nelayan tersebut bisa melaut kapan saja.
“Ada juga yang memiliki sampan tapi tidak memiliki mesin dan pemerintah menberikan bantuan mesin. Ada masyarakat yang memiliki mesin tapi tidak memiliki sampan, pemerintah berikan sampan. Juga memiliki sampan dan mesin tapi ukurannya kecil dan kulitasnya kurang baik, pemerintah telah menyempurnakannya, sehingga pada tahun 2017 lalu semua nelayan memiliki alat tangkap yang baik dan leluasa untuk mencari rejeki. Inilah indikator bahwa dengan adanya bantuan Bariri Nelayan ada peningkatan secara ekonomi yang membuat kesejahteraan buat masyarakat,” ungkapnya.
Iwan Irawan mengakui program pemerintah itu ditanggapi sangat positif oleh masyarakat. Mereka sangat senang dan bahagia karena bisa merasakan langsung keberadaan pemerintah daerah dalam membantu permasalahan masyarakatnya.
Melihat dampak ekonominya yang nyata dan animo masyarakat yang luar biasa, membuat pemerintah daerah tetap menganggarkan bantuan untuk alat tangkap meski jumlahnya tidak terlalu besar.
“Memang 2017 lalu semua nelayan sudah diberikan bantuan. Namun seiring waktu akan generasi berikutnya yang ingin menjadi nelayan atau alat tangkapnya sudah rusak. Inilah yang perlu mendapat perhatian,” pungkasnya. (SR)






