Anggota DPRD Sumbawa Laporkan Hasil Resesnya di 5 Dapil

oleh -422 Dilihat

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 November 2021)

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan laporan hasil Reses II Tahun 2021 yang telah dilaksanakan di semua daerah pemilihan (Dapil), belum lama ini. Untuk Dapil 1 yang meliputi 3 kecamatan yakni Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Moyo Utara dan Kecamatan Moyo Hilir.

Dapil 2 ada 8 kecamatan, yakni Kemacatan Lape, Kecamatan Lopok, Kecamatan Lantung, Kecamatan Ropang, Kecamatan Moyo Hulu, Kecamatan Lenangguar, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Orong Telu. Dapil 3 terdapat 5 kecamatan, yakni Kecamatan Tarano, Kecamatan Empang, Kecamatan Plampang, Kecamatan Labangka dan Kecamatan Maronge.

Berikutnya, Dapil 4 meliputi 5 kecamatan, yakni Kecamatan Rhee, Kecamatan Utan, Kecamatan Buer, Kecamatan Alas dan Kecamatan Alas Barat. Serta Dapil 5 terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Unter Iwes, Kecamatan Batulanteh dan Kecamatan Labuhan Badas.

Laporan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, Selasa, 9 November 2021, oleh Hamzah Abdullah selaku Juru Bicara Banggar yang mewakili semua Dapil.

Dikatakan Hamzah—akrab politisi Gerindra ini, Reses II telah dilaksanakan pada tanggal 18–19 Oktober 2021. Kegiatan reses dilakukan dalam rangka menjaring aspirasi yang merupakan harapan, tujuan dan kebutuhan masyarakat untuk mewujudkan keberhasilan pada masa mendatang sesuai dengan hajat hidup mereka, baik secara individu maupun secara kelompok.

Berdasarkan Hasil Reses II Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa di 5 Dapil, Hamzah mengharapkan semua aspirasi masyarakat dijadikan sebagai salah satu bahan dalam penyusunan RKPD, agar dapat ditampung dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Aspirasi yang terserap ini dikelompokkan dalam tiga bidang.

Adalah Bidang Fisik Sarana dan Prasarana meliputi pembangunan dan perbaikan turap/talud/bronjong penahan/pengaman tebing, pemasangan jaringan PDAM, pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani, pembangunan hotmix jalan, dan peningkatan dan pemeliharaan jalan.

Selain itu pembangunan masjid, mushallah dan TPQ, pemasangan paving block, pemasangan lampu penerangan jalan, pembangunan jembatan/jembatan limpas, pembuatan sumur bor, normalisasi sungai, pembuatan dan perbaikan drainase, saluran irigasi, cekdam, pembangunan balai pertemuan/gedung serba guna, pengadaan tanah dan pemagaran makam, dan pemagaran sekolah, serta pembangunan jalan wisata.

Kemudian Bidang Ekonomi. Seperti pengadaan alat-alat pertanian, perikanan, bibit ternak, benih berkualitas, pengadaan terop dan kursi, pengadaan mesin diesel, mesin pompa air, bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), Pengadaan Motor Tiga Roda, pembangunan jaringan listrik, bantuan dana atau modal usaha bagi kelompok masyarakat, bantuan rombong, pemberian pelatihan/pembinaan dan pemberian bantuan alat bengkel, pertukangan, menjahit, salon, mesin cetak dan bantuan peralatan atau sarana prasarana bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selanjutnya, Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Kesehatan. Meliputi, pemberdayaan pemuda dan karang taruna, pemberdayaan perempuan serta PKK, pembentukan kelompok pengajian, pemberian insentif guru honor dan PTT, bantuan pendidikan (beasiswa), bantuan untuk hukum masjid, pengadaan

laboratorium komputer sekolah, pembangunan sarana olahraga sekolah, pemasangan paving block halaman sekolah, pembangunan WC dan kamar mandi sekolah. Kemudian pembangunan PAUD/TK, pengadaan alat kesenian, renopasi cagar budaya, pembangunan dan penataan tempat pariwisata, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta penambahan alat kesehatan puskesmas, dan postu. “Kami berharap Laporan Hasil Reses II ini dapat diperhatikan untuk diakomodir dalam rangkaian penyusunan APBD tahun rencana,” pintanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *