SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Oktober 2021)
Penggunaan handphone secara ilegal, adanya pungutan liar, dan transaksi narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kerap menjadi isu hangat. Namun khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB, hal itu tidak ada lagi.
“Alhamdulillaah, dalam setahun ini kami pastikan Lapas Sumbawa bebas halinar (handphone, pungli dan narkoba),” kata M. Fadli A.Md.IP., S.Sos., MM, Kepala Lapas setempat, pada acara Media Gathering yang diinisiasinya bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, Senin (4/10).
Bebasnya Lapas Sumbawa dari Halinar, ungkap Fadli, karena pihaknya telah berkomitmen membangun integritas untuk menjadikan Lapas Sumbawa menuju Wilayah Bersih Bebas Korupsi (WBBK). Razia dan pengawasan ketat dan melekat dilakukan jajarannya agar tidak ada lagi warga binaan yang menggunakan HP. Sebab dengan HP warga binaan bisa berkomunikasi dengan ‘dunia luar’ sehingga menjadi pemicu adanya penyelundupan dan transaksi narkoba di dalam Lapas.
Untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga dan lainnya, warga binaan difasilitasi pihak Lapas menggunakan video call yang disiapkan khusus di ruangan tertentu. Terlebih lagi dalam situasi pandemi, kontak fisik dengan pengunjung tidak lagi diperkenankan.
Demikian dengan pungutan liar. Tidak hanya warga binaan dengan sesamanya, petugas Lapas pun diwanti-wanti untuk tidak melakukan perbuatan tercela itu. Ini dilakukan untuk menciptakan ketenangan dan menghilangkan keresahan warga binaan.
“Semua terpantau, dan kami berupaya untuk meminimalisir adanya celah-celah yang berpotensi melakukan tiga hal itu yaitu penggunaan handphone illegal, pungutan liar dan penyeludupan atau penggunaan narkoba di lingkungan Lapas,” tandasnya.
Setelah bebas halinar dengan terciptanya keamanan dan ketertiban, lanjut Fadli, pihaknya mengintensifkan pembinaan mental warga binaan. Dengan pembinaan ini, mereka selepas dari hukuman dan bebas dari penjara, dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan lingkungannya. Dengan merubah diri ke arah yang positif akan menjadi benteng untuk tidak mengulangi lagi kehilafannya di masa lalu. (SR)






