Dipicu Kehilangan Laptop, Dua Kelompok Bertikai, Kasat Kadek: Sudah Damai

oleh -419 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (3 September 2021)

Dua kelompok di Lingkungan Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, bertikai. Dalam kejadian itu, satu orang mengalami cedera setelah terkena lemparan batu. Beruntung Satuan Reskrim Polresta Mataram bersama anggota Reskrim Polsek Ampenan bertindak cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut agar tidak meluas. Kasat Reskrim berhasil mengumpulkan dan mendamaikan dua kelompok ini, Sabtu (3/10).

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa SIK usai memediasi di Polsek Ampenan, Minggu (3/10) malam, menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi antara kedua kelompok yakni mahasiswa asal Bima, dengan penjaga kos atau warga Karang Pule. Pertikaian ini terjadi murni karena salah faham (mis komunikasi).

Peristiwa tersebut ungkap Kadek Adi, bermula dari salah seorang mahasiswa (asal Bima) yang kebetulan ngekos di wilayah Karang Pule, kehilangan laptop di kamarnya. Karena informasi yang diterimanya tidak terlalu jelas, membuatnya mengeluarkan kata-kata yang mungkin tidak terkontrol sehingga orang lain yang berada di sekitar itu tersinggung terutama penjaga kost.

“Benar pemicunya laptop yang hilang, sehingga membuat si penjaga kos-kosan (warga Karang Pule) tersinggung, dan sempat terjadi bentrok antara kelompok mahasiswa Bima dengan warga sekitar,” kata Kadek.

Akibat peristiwa itu sempat terjadi kejar-kejaran antara kedua kelompok yang mengakibatkan salah seorang terkena lemparan batu dan mengakibatkan luka kecil di bagian kepala, membuat suasana sempat memanas. Namun kejadian tersebut dapat diamankan oleh pihak kepolisian yang datang ke TKP dalam waktu yang tepat, dan ketegangan tidak berlangsung lama.

“Kami segera ke TKP saat menerima informasi, dan tindakan yang kami lakukan mengajak kedua kelompok yang bertikai untuk melakukan mediasi di Polsek Ampenan dengan tujuan yang kami harapkan bisa berdamai,” tutur Kadek.

Dengan disaksikan kepala lingkungan dari TKP, Kapolsek Ampenan, Kasat Reskrim Polresta, Bhabinkamtibmas Karang Pule serta pihak yang kehilangan laptop dan penjaga kos yang dicurigai, melakukan mediasi. Alhirnya keduanya berdamai dengan menandatangani surat perdamaian dan berjanji tidak lagi mempersoalkan peristiwa yang terjadi. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *