MATARAM, samawarea.com (14 September 2021)
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sangat concern dengan pengembangan desa, karena salah satu cara efektif dalam membangun daerah. Dimulai dari desa baik melalui kegiatan pendampingan masyarakat, menyiapkan SDM desa hingga produk unggulan desa, maka dengan konsistensi seperti ini kemajuan daerah di NTB ini akan terakselerasi.
Dalam beberapa program yang memang difokuskan untuk masyarakat desa, UTS memiliki Program Merdeka, dimana mahasiswa kuliah dan menerapkan keilmuannya di desa. Di antaranya UTS Mengajar dan One village Ten Engineer (OVTE). Semua ini dalam rangka menyiapkan SDM terlatih nantinya untuk membangun dan mengembangkan desanya.
Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UTS Bidang Riset dan Inovasi, Khotibul Umam, S.Si., M.Sc, saat berkunjung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi NTB di Mataram, belum lama ini. Kehadiran Warek III UTS ini disambut Kadis DPMD NTB, Dr. H. Ashari, SH., MH yang didampingi Kepala Seksi Teknologi Tepat Guna, Lin Wahyulia, ST dan staf.
Di masa pandemi ini, lanjut Umam, hampir setiap aspek dipaksa secara tidak langsung untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi dalam membantu menghindari kontak fisik dan mendukung program social distancing. Pelayanan dan pendataan masyarakat saat ini menggunakan sistem online dalam bentuk aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengakses dimanapun dan kapanpun.
“Salah satu program kami yaitu Desa Digital dalam Program Merdeka juga memiliki tujuan seperti itu. Di tengah Covid-19 seperti ini hampir semua kegiatan yang dilakukan secara offline harus dibatasi, sementara kondisi masyarakat desa juga harus tetap di-update. Oleh sebab itu, pendataan menggunakan sistem (aplikasi) ini sangat kami utamakan untuk mempermudah masyarakat, pemerintah daerah atau pihak manapun yang memiliki kepentingan,” jelas Umam dalam diskusi itu.
UTS sebut Umam, kerap menggelar workshop atau pelatihan untuk operator desa dengan mengundang perwakilan desa dan mahasiswa yang akan diterjunkan ke desa tersebut untuk bersama-sama belajar menggunakan aplikasi tersebut. Dalam pelatihan ini pihaknya mengundang pembicara yang kompeten di bidang tersebut.
Sementara itu Kadis DPMD Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, SH., MH menyatakan akan mendukung sepenuhnya program yang digagas UTS, terutama untuk bidang yang terkait dengan pemanfaatan Iptek dan peningkatan SDM. Hal ini mengingat banyak sekali aplikasi yang diturunkan dari pusat terkait pendataan masyarakat untuk diterapkan di provinsi, kabupaten dan desa.
Ada beberapa aplikasi yang telah disediakan oleh pemerintah seperti SID (Sistem Informasi Desa) yang sudah diaplikasikan di beberapa wilayah. Namun pemanfaatannya masih minim, karena kurangnya tenaga penunjang yang dapat mengoperasikan aplikasi tersebut.
Karenanya Ia menyambut baik program yang telah dilakukan UTS sebagai solusi dalam mengatasi persoalan tersebut. “Kami siap membantu dan menyiapkan trainernya jika dibutuhkan untuk menyukseskan Program Merdeka ke desa agar pendataan berbasis masyarakat dapat segera dilakukan, terutama di bidang digitalisasi desa,” demikian Kadis DPMD Provinsi NTB.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan pengadaan event untuk pelatihan penggunaan aplikasi SID bagi mahasiswa dan operator desa, yang akan dilaksanakan akhir September mendatang. (SR)






