Tersisa 27 Dusun di Kabupaten Sumbawa yang Belum Menikmati Listrik

oleh -737 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 September 2021)

Manager PT PLN (Persero) UP3 Sumbawa, Wiedhyarno Arief Wicaksono menyebutkan bahwa semua desa di Kabupaten Sumbawa telah teraliri listrik. Hanya yang belum 100 persen adalah tingkat dusunnya. “Kalau desanya semua sudah, tapi ada beberapa dusun yang memang belum teraliri listrik,” kata Widi—sapaan akrab petinggi PLN Sumbawa yang baru dua bulan menjabat.

Berdasarkan data sebutnya, ada 27 dusun. Yaitu 6 dusun di Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu (Mungkin, Kopo, Bakti Jaya, Tangkelak, Karya Baru, dan Posong), 3 dusun di Bao Desa Kecamatan Batu Lanteh (Sampar, Serang, dan Batu Bara), 6 dusun di Batu Rotok Kecamatan Batu Lanteh (Sampar Kuang, Sampar Smea, Fajar Bakti, Kaduk, Ladan, dan Batu Rotok). Selanjutnya 5 dusun di Desa Tepal Kecamatan Batu Lanteh (Tepal, Riu, Pusu, Tala Gumung dan Keban Lemak), 3 dusun di Desa Tangkam Pulit Kecamatan Batu Lanteh (Tangkam Pulit, Musuk, dan Suka Maju). Berikutnya masing-masing 1 dusun di Desa Jamu Kecamatan Lunyuk (Jamu), dan Desa Jotang Beru Kecamatan Empang (Brang Bako), serta 2 dusun di Desa Marente Kecamatan Alas (Lamede dan Matemega).

Belum terjamahnya listrik di sejumlah dusun itu, ungkap Widi, karena persoalan infrastruktur jalan khususnya jalan yang tidak bisa dilalui sarana transportasi guna mobilisasi material yang dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur kelistrikan. Ketika infrastruktur jalan ini terpenuhi, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan dusun-dusun itu terang benderang.

“Insya Allah, setelah akses jalan memadai, kami akan tuntaskan semua dusun yang belum teraliri listrik,” tandas Widi yang dicegat usai mendampingi Bupati Sumbawa saat meresmikan Kecamatan Lunyuk sebagai Kawasan 100% Listrik Pintar, Kamis (16/9).

Selain berupaya untuk membangun infrastruktur kelistrikan di beberapa dusun, sambung Widi, pihaknya juga memenuhi harapan masyarakat di daerah terisolir yang sebelumnya hanya menikmati listrik 12 jam, kini sudah 24 jam. Hanya beberapa yang masih tersisa, yaitu daerah di wilayah kepulauan, yang akan diupayakan tahun depan. “Seperti di wilayah Pulau Moyo,” demikian Widi. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *