Ternyata ini Kendala Pengembangan Pariwisata di Sumbawa

oleh -651 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Juli 2021)

Sejumlah persoalan pariwisata khususnya di Kabupaten Sumbawa terungkap. Hal ini diungkap dalam Talkshow Penataan Pariwisata di Masa Pandemi yang dilaksanakan Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Sumbawa, Senin (12/7/2021) pagi.

Talkshow tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, M.Pd, Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumbawa, Ahmadul Kosasih, Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK., MH, Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudy Kurniawan, S.Sos., M.Tr (Han), Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa, Rosmin Junaedi, HRD Amanwana Resort, Ignasius, perwakilan sejumlah Perguruan tinggi di Sumbawa, pengusaha dan pelaku pariwisata.

Dalam talkshow ini mengemuka berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata, baik yang dihadapi stakeholder terkait, maupun pelaku pariwisata.

Seperti tidak adanya penerbangan langsung ke Sumbawa. Karena kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke daerah ini banyak mengeluhkan hal itu. Kemudian, perlu ada fokus dalam pengembangan obyek wisata. Karena sejauh ini belum ada obyek wisata yang benar-benar fokus dikembangkan.

Selanjutnya, belum ada konsep yang real terkait pengembangan pariwisata, menjadi kendala lainnya. Akibatnya, potensi obyek wisata yang ada tidak bisa dimaksimalkan, sehingga wisatawan enggan untuk kembali lagi. Karena itu, diperlukan konsep yang jelas terkait pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, M.Pd, mengatakan, meski dengna keterbatasan yang ada, Pemda akan memberikan dukungan terkait pengembangan pariwisata.

“Kita tetap bergerak. Semua pihak perlu dilibatkan dan kita kembangkan pariwisata ini secara gotong royong. Kemudian diviralkan melalui media social,” ajak Wabup.

Menurutnya, potensi wisata di Kabupaten Sumbawa sangat besar. Sebab, semua potensi yang ada di kabupaten/kota di NTB, semua ada di Kabupaten Sumbawa. Namun, diperlukan ada sentuhan dalam pengembangannya. Jika semua pihak terkait bisa bekerja sama, potensi yang ada pasti bisa dikembangkan. “Intinya gotong royong,” imbuhnya.

Ditemui seusai kegiatan, Ketua Asparnas Kabupaten Sumbawa, Muhammad Taufik mengatakan, kegiatan ini merupakan tahapan pertama untuk membedah persoalan pariwisata yang terjadi di lapangan.

“Setelah ini akan kembali dilaksanakan kegiatan serupa untuk mencari solusi dari persoalan tersebut. Nantinya, pada tahapan ketiga akan dieksekusi terhadap solusi atas persoalan yang terjadi,” imbuhnya.

Sekretaris Asparnas, Nasruddin menambahkan, harus ada regulasi atau kebijakan dari pemerintah terkait pengembangan pariwisata ini. Pasca kegiatan pertama ini, akan dilakukan koordinasi lagi ke leading sektor terkait. Karena banyak masukan dari narasumber mengenai pengembangan pariwisata.

Tentunya akan melibatkan BPPD NTB. Pihaknya juga akan melaporkan hasil kegiatan ini ke DPRD Sumbawa maupun Bupati Sumbawa. Harapannya ada masukan, guna tindaklanjut mengenai langkah berikutnya.  (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *