SUMBAWA BESAR, samawarea com (20/6/2021)
Kolaborasi pendidikan tinggi mutlak dilakukan untuk menghadapi masa depan. Sebab kebutuhan sumber daya manusia berkualitas pun terus meningkat. Terlebih di era pandemi seperti saat ini, tak terkecuali bagi perguruan tinggi swasta yang juga harus ekstra dalam mempersiapkan para mahasiswanya menjadi insan pembelajar dan adaptif. Sehingga pada era 4.0 untuk siap menghadapi bentuk pekerjaan-pekerjaan baru.
Sebagai universitas belia, UTS terus memperluas jejaring dengan berbagai pihak, termasuk universitas lain baik lingkup nasional maupun internasional, demi terwujudnya pendidikan tinggi yang berkualitas.
Kolaborasi menjadi kata kunci di era disrupsi, kondisi dimana lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki talenta dan kreativitas tinggi. Salah satu adaptasi untuk mendukung kolaborasi yakni seperti dibuatnya program yang memungkinkan pembelajaran lintas disiplin ilmu, praktek langsung keilmuan di lapangan dengan treatment baru, dan berbagi pengalaman serta belajar lintas universitas.
Kolaborasi menjadi semangat penggerak UTS untuk terus membuka diri, mengeksplore berbagai hal, berbagi ilmu dan pengalaman dengan siapapun dan kapanpun.
Terkait hal itu, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) membuka kesempatan berjejaring dengan 2 kampus terbaik di Kabupaten Bima, yakni STKIP Taman Siswa dan STIE Bima melalui penandatanganan MoU di Kampus Induk STKIP Tamsis, Palibelo, Bima.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph. D dengan Dr. Ibnu Khaldun, M.Si selaku Rektor STKIP Tamsis dan Firdaus, S.T., MM selaku Rektor STIE Bima. Tentunya MoU ini meliputi tri darma perguruan tinggi, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Acara tersebut dirangkaikan pula dengan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru UTS kepada para kepala sekolah dan siswa/siswi yang hadir sebagai peserta.
Rektor UTS dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilaksanakan kedepan akan membuat ketiga perguruan tinggi ini dapat berjalan lebih jauh dan bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia Timur, khususnya Pulau Sumbawa.
“Saya teringat kalimat yang maknanya sangat bagus, if you want go fast, go alone, if you want go far, go together. Bersama dengan STKIP Tamsis dan STIE Bima, banyak ide-ide hebat yang bisa kita eksekusi. Melalui MoU ini juga nantinya, memungkinkan para mahasiswa untuk belajar di kampus satu sama lain. Hal ini tentu positif untuk proses belajar,” tutur Chairul. (SR)






