Sembalun, Lombok Timur, Samawarea. Com (13/6/2026) Kebangkitan sektor pariwisata di kawasan Sembalun, kaki Gunung Rinjani, membawa dampak yang cukup signifikan terhadap dinamika ketenagakerjaan di desa. Di tengah semakin berkembangnya aktivitas wisata yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat, Pemerintah Desa Sembalun justru menghadapi tantangan baru, yakni kesulitan mencari pegawai untuk mengisi kebutuhan aparatur desa.
Sekretaris Desa Sembalun, Bang Waton, mengungkapkan bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bergabung menjadi pegawai pemerintah desa semakin menurun. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika posisi di pemerintahan desa masih menjadi pekerjaan yang cukup diminati.
Menurutnya, geliat industri pariwisata yang terus berkembang di Sembalun telah membuka banyak peluang usaha dan lapangan pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan oleh masyarakat. Banyak anak muda memilih terlibat langsung dalam sektor wisata, baik sebagai pemandu pendakian, pengelola homestay, pelaku usaha kuliner, penyedia jasa transportasi wisata, maupun berbagai profesi lain yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.
“Animo masyarakat untuk menjadi pegawai desa sangat rendah. Mereka lebih tertarik menjadi penguat sektor wisata karena peluang dan penghasilannya dinilai lebih menjanjikan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa,” ungkap Bang Waton.
Ia menjelaskan, pemerintah desa bahkan harus memperpanjang masa rekrutmen pegawai hingga enam kali karena minimnya pendaftar. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan desa dapat terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Rekrutmen sampai kami perpanjang enam kali. Namun tetap saja sangat sedikit yang berminat. Setelah beberapa kali perpanjangan, akhirnya hanya ada satu orang yang mendaftar, dan itu pun seorang lulusan baru yang baru saja menyelesaikan kuliahnya,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perkembangan sektor pariwisata telah mengubah pola pikir masyarakat dalam menentukan pilihan karier. Jika sebelumnya pekerjaan di pemerintahan dianggap lebih stabil dan memiliki prestise tersendiri, kini banyak generasi muda yang melihat sektor wisata sebagai peluang yang lebih dinamis dan mampu memberikan pendapatan yang lebih besar.
Desa Sembalun sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lombok Timur. Keindahan alam yang memukau, hamparan perbukitan hijau, lahan pertanian yang eksotis, serta statusnya sebagai pintu masuk utama pendakian Gunung Rinjani menjadikan kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong tumbuhnya berbagai usaha masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya bekerja di sektor lain kini beralih ke usaha berbasis pariwisata karena dinilai lebih menjanjikan dari sisi ekonomi.
Meski demikian, Bang Waton menilai bahwa keberadaan aparatur desa tetap menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan pegawai dapat terpenuhi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Kami tentu bersyukur karena pariwisata berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain, pemerintah desa juga membutuhkan sumber daya manusia yang siap mengabdi untuk memberikan pelayanan kepada warga. Semoga ke depan semakin banyak generasi muda yang tertarik berkontribusi melalui pemerintahan desa,” harapnya.
Kondisi yang terjadi di Desa Sembalun menjadi gambaran menarik tentang dampak positif sekaligus tantangan yang muncul dari pesatnya perkembangan sektor pariwisata. Di satu sisi, wisata telah menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, pemerintah desa perlu beradaptasi dengan perubahan minat tenaga kerja agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan secara maksimal di tengah pesatnya pertumbuhan destinasi wisata unggulan di kawasan kaki Gunung Rinjani tersebut.






