SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/4/2021)\
Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dan Wakil Bupati, Dewi Noviany S.Pd., M.Pd bersama Anggota Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) mengikuti rapat koordinasi dipimpin Presiden Joko Widodo yang berlangsung secara virtual, Rabu (28/4). Rapat tersebut membahas masalah penanganan Covid-19 baik pencegahan maupun dampak ikutannya terutama menjelang Lebaran Idul Fitri.
Dicegat usai rapat, Wakil Bupati Dewi Noviany mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penekanan Presiden Jokowi kepada semua kepala daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Sumbawa. Dalam rapat itu Presiden mengungkapkan bahwa Covid yang semula landai di beberapa Negara kini mulai meningkat signifikan. Lonjakan kasus Covid ini terjadi di India, Turki dan beberapa negara benua Amerika seperti Brazil, Meksiko dan negara di Uni Eropa.
Ini terjadi karena abai terhadap protocol kesehatan. Agar hal ini tidak terjadi di tanah air, Presiden mengingatkan untuk tidak hilang kewaspadaan. Jika terjadi kenaikan kasus positif sekecil apapun untuk segera ditekan kembali.
Terkait larangan mudik, ungkap Novi, juga disinggung dalam rapat itu. Presiden Jokowi meminta untuk dilakukan sosialisasi secara terus menerus agar bisa menurunkan angka pemudik sehingga pengaturan dan pengendalian mudik tidak lagi seperti tahun lalu yang membuat kenaikan angka kasus cukup signifikan.
Kemudian soal vaksinasi, lanjut Wabup, Presiden mengingatkan untuk terus dilakukan hingga mencapai target. Vaksinasi itu dinilai sangat penting dan bermanfaat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid. Sebab harapan presiden, pengendalian pandemi tersebut dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan ekonomi yang makin membaik.
Terhadap arahan presiden ini, lanjutnya, pihaknya akan berupaya maksimal untuk melaksanakannya. Arahan ini sejalan dengan program prioritas pemerintahan Mo–Novi.
“Kami ingin masyarakat Sumbawa tetap sehat, karena dengan tubuh yang sehat, maka masyarakat akan produktif, dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” tandasnya, seraya menambahkan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Karena itu dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong dalam mengatasinya. (SR)






