Komisi II DPRD KSB Desak Pemda Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

oleh -290 Dilihat

SUMBAWA BARAT,samawarea.com (23/4/2021)

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Aheruddin Sidik meminta pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait adanya trend kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) selama Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Langkah antisipatif dan skenario yang matang dan terukur harus disiapkan untuk mengatasi masalah kenaikan harga kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini, sehingga dapat menekan inflasi di daerah kita KSB,” ungkapnya, Jumat (23/4/2021).

Menurut politisi PKPI ini, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan secara  tegas kepada para pedagang yang diduga melakukan penimbunan kebutuhan pokok yang berdampak pada kenaikan harga.

“Saya juga meminta pihak terkait untuk melakukan koordinasi dan sinergitas yang baik antara TPID Kabupaten, TPID Provinsi, Bank Indonesia, Bulog dan aparat penegak hukum serta peran masyarakat, sehingga dapat mendukung target inflasi di Kabupaten Sumbawa Barat ini. Selain itu secara tehknis pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus tegas untuk menindak pedagang nakal yang menimbun Sembako, kenaikan harga ini sudah sering terjadi selama Ramadhan hingga Idul fitri. Dan ini sudah menjadi keluhan masyarakat yang rutin setiap tahunnya,” kata Aher sapaan akrabnya.

Dijelaskannya, Bulog bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) KSB diharapkan untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan lapangan terkait harga kebutuhan pokok ini dan segera melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan langkah-langkah anstisipasi, bisa dalam bentuk operasi pasar murah dan sejenisnya.

“Peran Bulog dan Disperindagkop sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi harga dan menjamin ketersediaan stok barang di saat kebutuhan masyarakat meningkat. Ketersediaan dan stabilnya harga harus terus dipantau, hal ini tentu akan sangat membantu masyarakat apalagi saat ini kondisi ekonomi masyarakat cukup terganggu dengan adanya pandemi covid 19 ini,” tandasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *