SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30/3/2021)
Pembongkaran sekat lebih dari 200-an lapak di Pasar Seketeng Sumbawa menjadi perhatian serius masyarakat. Sebab bangunan megah yang berdiri dengan perencanaan yang matang dan menyedot anggaran yang super besar harus dipermak lagi. Tampak sekat-sekat tembok yang berdiri kokoh dihantam martir untuk dihancurkan.
Video pembongkaran ini tersebar luas di media sosial termasuk WA Grup. Video ini langsung mendapat tanggapan beragam dari netizen yang sebagian besar menyesalkan tindakan yang dianggap merusak tersebut.
Ada yang menuding pembongkaran sekat ini karena perencanaan yang kurang matang, adanya keinginan dan kepentingan yang muncul di tengah jalan, serta berpotensi terjadinya kerugian negara. Bahkan yang menjadi polemic, bahwa pembongkaran itu atas dasar rekomendasi DPRD Sumbawa.
Menanggapi hal itu, Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri MM, Selasa (30/3/2021), mengatakan bahwa penataan lapak dengan membongkar sekat itu sudah dikonsultasikan dinas teknis ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Selain itu hasil tinjauan lapangan DPRD Sumbawa. Pada prinsipnya BPK tidak mempermasalahkannya dan pasar itu sudah menjadi aset daerah.
Disebutkan Sekda yang akrab disapa Haji Bas, ada 300 lapak yang sekatnya dibongkar, yaitu 116 di lantai bawah dan 184 lantai 2. Lapak-lapak ini diperuntukkan bagi pedagang sayur dan lainnya.
“Memang dari data yang ada tercatat 800 pedagang sayur dan pedagang lain yang menempati lapak itu. Namun karena ada pedagang sayur yang biasanya datang tengah malam yang tidak diprediksi, dan pedagang lainnya yang berjualan di sekitar pasar, makanya diakomodir dengan jumlah total 1.622. Ini bisa diakomodir dengan dibongkarnya sekat lapak. Dari sebelumnya hanya satu pedagang, bisa diakomodir 2-3 pedagang dalam satu lapak. Karena memang ukuran satu lapak cukup luas yakni 2×1 meter,” jelasnya.
Untuk diketahui, lanjut Sekda, jumlah keseluruhan pedagang yang diakomodir dalam Pasar Seketeng mencapai 2.822. Sebagian besar sudah diundi termasuk kios dan tempat penjualan emas. Rencananya pada tanggal 1 April mendatang, akan diundi para penjual ikan. Dan sebelum memasuki Bulan Ramadhan, semua pedagang sudah direlokasi dari Pasar Kerato ke Pasar Seketeng. (SR)






