SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/2/2021)
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali melahirkan sarjana baru. Ini ditandai dengan pelepasan 198 wisudawan/wisudawati yang tersebar di 6 Fakultas dan 14 Program Studi (Prodi) serta 15 orang dari Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Manajemen Inovasi. Kegiatan yang digelar di Aula RPK UTS dan berlangsung dua sesi, Sabtu (13/2/2021) ini, dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulklieflimansyah M.Sc, Bupati Sumbawa, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali Nusa Tenggara, Ketua Yayasan Dea Mas, Rektor UTS, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTS dan para wisudawan.
Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D dalam pidatonya, pada semester ini UTS mewisuda 198 orang terdiri dari 183 wisudawan/wati Program Sarjana dan 15 wisudawan/wati Program Magister. Dan sejak 2017 hingga 2020, UTS telah mewisuda sebanyak 1334 orang. Selaku pimpinan UTS turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang mulai hari ini secara resmi telah berhasil menyelesaikan suatu proses pendidikan formal lengkap dengan segala bentuk evaluasi di dalamnya.
Ia menyampaikan terimakasih kepada orang tua atau wali wisudawan/wisudawati yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UTS. “Tiada kata yang pantas kami ucapkan, selain mohon maaf apabila selama mendidik putra-putri Bapak/Ibu masih banyak kekurangan,” kata Rektor yang akrab disapa Bang Irul ini.
Kepada wisudawan/wisudawati, Rektor menitipkan nama baik UTS, dan berharap dalam berkarya nantinya selalu menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran dan integritas di mana pun berkarir. “Wahai Para Elang muda perkasa, kepakkan sayapmu, membelah angkasa, menghunjam bumi, menjelajah dunia, lahirkan karya gemilang untuk masa depan dunia,” katanya memberi semangat.
Penyelenggaraan wisuda ini ungkap Rektor, merupakan sebuah seremonial yang menandai perubahan status para wisudawan, karena tidak lagi menyandang status mahasiswa, kecuali yang akan melanjutkan ke strata S2. Seiring perubahan status ini, berubah pula tanggung jawab yang dipikul. Ketika menjadi mahasiswa, memikul tanggung jawab akademik yang dominan. “Mulai hari ini, tanggung jawab sosial yang dipikul akan semakin berat. Dengan predikat sarjana yang melekat pada diri rekan-rekan, tentu ada tanggung jawab sosial yang dipikul. Secara sederhana, suatu tanggung jawab sosial merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahan social. Tentu saja, setiap mahluk sosial memiliki tanggung jawab social,” ujarnya.
Seorang sarjana/magister lanjut Rektor, memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dikarenakan pengetahuan yang dimilikinya. Jika ilmu pengetahuan yang telah dikuasai tidak dimanfaatkan ke dalam tindakan sosial, maka nilai dari Ipteks tersebut menjadi luntur. Ipteks adalah kekuatan intelektual manusia, kekuatan luhur yang diraih oleh manusia. Kekuatan ini akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kemaslahatan masyarakat.
Saat ini ungkap Rektor, Indonesia akan menyongsong bonus demografi dan para wisudawan yang akan berperan besar di era tersebut, dengan mengkreasikan pos-pos pekerjaan baru dan mengisi pekerjaan strategis yang akan menentukan kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Hingga saat ini, SDM unggul masih menjadi tuntutan utama dalam rangka menyongsong era emas Indonesia. Pada Tahun 2019, World Economic Forum mempublikasi The Global Competitiveness Report. Dalam laporan tersebut, peringkat daya saing global Indonesia turun dari posisi 45 di tahun 2018 menjadi rangking 50 di tahun 2019.
Dihadapkan pada data dan realita yang ironis tersebut, sambung Rektor, para wisudawan/wisudawati harus termotivasi dan berbesar hati. Data tracer study dari alumni UTS sebelumnya didapatkan hasil bahwa masa tunggu alumni UTS untuk memberikan manfaat melalui pekerjaan dan wirausaha adalah 3,7 bulan. Tidak sedikit alumni UTS yang sudah bekerja atau berwirausaha sebelum wisuda. Untuk mewadahi mahasiswa dan alumni, UTS telah mendirikan sebuah Pusat Inkubator Bisnis (UTS Launchpad) serta sebuah Badan Usaha Milik Kampus yaitu PT Olat Maras Teknologi. Melalui UTS Launchpad dan PT OMT ini, UTS mencoba memberikan kebermanfaatan kepada sekitar dengan menumbuhkan entrepreneur- entrepreneur muda yang inovatif.
Untuk mempercepat proses belajar di masyarakat, sekaligus mengintegrasikan gerak langkah guna membawa nama baik universitas, kami berharap wisudawan/wisudawati dapat bergabung dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UTS. Dengan aktif dalam IKA UTS, wisudawan/wisudawati akan terus menjaga tersambungnya tali silahturami antar alumni dan antara alumni dengan UTS, serta dapat ikut bersama berperan serta dalam membesarkan UTS. “Kami juga berharap kepada para wisudawan/wisudawati untuk mendukung program Tracer Study Alumni UTS melalui pengisian data di laman yang telah disiapkan. Hal ini tidak lain sebagai upaya kami untuk mengetahui relevansi lulusan UTS dalam dunia kerja, yakni kesesuaian antara proses pendidikan di UTS dengan realitas di dunia kerja (link and match),” tandasnya. (SR)







w88 là 1 trong những nhà cái cá cược uy tín nhất việt nam tại châu Á và châu Âu hiện nay. Gần đây w88 đang trong quá trình phát triển và mở rộng quy mô hoạt động tại thị trường VN. Từ khi mới gia nhập vào thị trường Việt Nam đã ngay lập tức nhận được sự quan tâm của khách hàng và lọt vào top các nhà cái cá cược uy tín nhất hiện nay.