SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/2/2021)
Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Chairul Hudaya Ph.D mengatakan, menuju usia yang ke-8, kampusnya berhasil meningkatkan kualitas dan prestasi. Hal ini ditunjukkan dengan diperolehnya beberapa capaian. Antara lain, peningkatan capaian bidang penelitian melalui Peringkat Indeks SINTA (Science and Technology Index) UTS meningkat hampir 100 poin dari peringkat 274 menjadi 176.
Kemudian peningkatan capaian bidang kemahasiswaan melalui Peringkat Simkatmawa (Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan) meningkat 87 poin, dari peringkat 291 (2019) menjadi peringkat 204 (2020). Peningkatan Peringkat Webometric meningkat 411 tingkatan dari peringkat 628 menjadi peringkat ke-217 se-Indonesia. Peringkat Perguruan Tinggi klasterisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan UTS berada di peringkat 329, menempati posisi ke-2 Perguruan Tinggi Swasta se-NTB.
Untuk bidang akademik, sambung Rektor saat berpidato pada Wisuda Program Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2020/2021, Sabtu, 13 Februari, UTS telah mengimplementasikan Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Program ini dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Januari 2020. Program tersebut merupakan bentuk kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan serta mahasiswa untuk memilih bidang yang diminati baik yang diselenggarakan di internal maupun eksternal universitas.
UTS dengan sigap mengadopsi dan menyusun bentuk implementasi Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, dan berhasil melaunchingnya pada September 2020. Bentuk Implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka oleh UTS ini adalah menawarkan 54 mata kuliah lintas prodi. Menawarkan matakuliah wajib guna menanggapi revolusi industri 4.0 yaitu Keterampilan Dasar Global, Sains Data, Dasar Pemograman dan Perencanaan Keuangan. Program Sertifikasi bagi calon wisudawan yang meliputi sertifikasi Bahasa Inggris, Public Speaking dan Keahlian Program Studi. Berikutnya kegiatan di luar perguruan tinggi yang meliputi magang bersertifikat dan proyek di desa (Program Merdeka-Desa Binaan) selama 1 semester yang dapat direkognisi. “Melalui Kampus Merdeka ini diharapkan mahasiswa-mahasiswa UTS mampu menjadi manusia yang unggul dan kompetitif dalam memasuki dunia pasca kampus,” ucapnya.
Dijelaskan Rektor, bahwa implementasi kegiatan di luar Perguruan Tinggi yang meliputi Magang Bersertifikat dan Proyek di desa (Program Merdeka-Desa Binaan) selama 1 semester telah dilaksanakan untuk gelombang pertama. Melalui Subdirektorat Carier Development Center (CDC)-Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, mahasiswa UTS bersaing dengan ribuan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. UTS berhasil mengirimkan 13 mahasiswa untuk melakukan Magang Industri di BUMN-BUMN terbaik Indonesia selama 6 bulan.
Pelaksanaan Proyek di Desa berupa Program Merdeka-Desa Binaan yang diinisiasi Direktorat Kerja Sama Dalam Negeri dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat telah mengirimkan ratusan mahasiswa untuk berinteraksi dan mengaplikasikan ilmu kuliah di 19 desa binaan. Hal ini menunjukkan UTS siap menjadi universitas unggulan yang mampu menjadi model bagi perguruan tinggi lainnya dalam mengimplementasikan Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.
Program Merdeka-Desa Binaan merupakan bentuk sinergi harmonis yang melibatkan banyak pihak yang meliputi Perguruan Tinggi (UTS), Bisnis, Masyarakat dan Pemerintahan (Pemerintahan Kabupaten Sumbawa dan DPRD Kabupaten Sumbawa). Program ini menargetkan capain berupa Produk (One Village one Product), Desa Wisata, Desa Digital, Desa Budaya dan Desa Rapi Administrasi.
Selama masa interaksi dan implementasi teknologi, civitas akademika UTS bersama masyarakat dapat menghasilkan 76 produk inovasi atau unggulan desa berupa produk makanan, produk kesehatan, pupuk, skincare tradisional, paving block dari sampah, budidaya perikanan, alat pertanian dan cindera mata. “Kami sangat berterima kasih atas sumbangsih dari Pemerintahan Kabupaten Sumbawa, DPRD Sumbawa, dan pemerintah desa terkait. Ini menunjukkan bahwa UTS tidak hanya memiliki prestasi yang mendunia, namun UTS juga mampu membumi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar,” imbuhnya.
Pada bidang kemahasiswaan, lanjutnya, mahasiswa UTS mampu meraih dana hibah pada tingkat nasional, yaitu Hibah PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa), PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia) dan Wirausaha Muda NTB. Pada kompetisi PKM, UTS berhasil mengirimkan mahasiswa hingga memasuki ajang PIMNAS ke-33 dan mampu menjadi juara favorit pada kategori PKMPE. Selain itu elang-elang muda terus berprestasi dan mengembangkan sayap di berbagai ajang kompetisi, baik kompetisi akademik maupun kompetisi minat-bakat. (SR)






