SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/1/2021)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa saat ini mempersiapkan infrastruktur belajar tatap muka bagi peserta didik TK dan PAUD. Upaya ini sebagai bentuk kesiapan jika nantinya memungkinkan untuk diterapkan belajar tatap muka new normal.
Kadis Dikbud Sumbawa, H. Sahril S.Pd belum lama ini mengakuinya. Untuk melakukan belajar tatap muka harus menyiapkan daftar cek protokol kesehatan dari awal. Dalam daftar cek tersebut terdapat banyak hal. Persiapan ini juga dilakukan jenjang SD dan SMP sebelum melaksanakan tatap muka pada Bulan Oktober 2020 lalu. Ketika semuanya siap dan kondisi memungkinkan, akan dilakukan belajar tatap muka. “Ini hanya persiapan infrastruktur, bukan langsung tatap muka. Jadi disiapkan dulu, misalnya ada tidak tempat cuci tangannya. Kemudian ada tidak izin dari orang tuanya. Karena itu memerlukan waktu. Sambil menunggu waktu yang memungkinkan, kita siapkan semua sarana dan prasarana. Daftar ceknya harus kita siapkan dari awal,” terangnya.
Sebelumnya, kata Kadis Dikbud, untuk TK dan PAUD belum pernah menerapkan tatap muka di masa pandemi. Karena memang tidak memungkinkan dan pengendaliannya cukup berat. Selain itu, untuk Belajar Dari Rumah (BDR) juga tidak maksimal. Namun Kadis yakin dengan prinsip pembelajaran di TK dan PAUD belajar seraya bermain dan bermain seraya belajar, guru setempat memiliki metodologi yang pas. “Saya percaya kekurangannya dan tantangannya juga besar. Itu yang membuat guru kita terus berusaha menutupi kekurangan selama pandemi,” ujarnya.
Sedangkan untuk SD dan SMP, lanjut Haji Sahril, ditetapkan untuk BDR sejak 4 Januari sampai dengan waktu yang belum ditentukan sambil melihat perkembangan pandemi. Jika kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Satgas penanganan pencegahan covid-19. “Jika ada lampu hijau dari satgas, kita kembali belajar tatap muka,” pungkasnya. (SR)






