SUMBAWA BARAT, samawarea.com (15/7/2020)
Idris adalah salah seorang warga yang peduli dengan lingkungan terutama dalam menyelamatkan mata air yang kian hari semakin berkurang akibat adanya tambang di Desa Maluk Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengaku selama menjalani kesehariannya mempertahankan mata air dengan menanam pohon. Namun sejauh ini upaya yang dilakukan belum mendapat dukungan dari PT. AMNT sebagai bentuk perhatian dan keterlibatan perusahaan dalam mempertahankan keberadaan mata air. “Ini saya lakukan karena panggilan hati nurani saya terhadap makhluk Allah yang telah dirusak tempat tinggalnya. Seperti hewan-hewan yang dahulunya menempati hutan tempat penambangan saat ini. Keberadaan tambang pasti akan berimbas kepada semakin berkurangnya mata air karena semakin dalam penggalian tambang pasti mata air di sekitar tambang akan semakin berkurang bahkan memprihatinkan,” katanya.
Ia mengaku selalu mengamati kehidupan binatang di sekeliling tambang terutama di Desa Maluk. Bahkan dia rela menginap di hutan berhari-hari hanya untuk mengamati kehidupan binatang terutama monyet monyet. Terlihat monyet mencari minum di mata air yang mulai mongering. Kondisi ini membuat sedih bahkan terdengar suara teriakan yang tak biasa dari anak monyet yang lagi kehausan.
Idris membandingkan ketika ada PTNNT. Kegiatan menjaga alam yang dilakukannya ini sangat didukung melalui program penanaman pohon. Karena bantuan PTNNT ini dia tidak pernah meminta bantuan bibit kepada Dinas LH dan KPH. Namun karena sekarang sudah tidak ada lagi bantuan dari perusahaan tambang, satu-satunya harapan disandarkan kepada Dinas LH Provinsi dan KPH. “Alhamdulillah komunikasi kami sangat baik dengan KPH dan Dinas LH Provinsi karena mereka menilai kegiatan selamatkan mata air merupakan pekerjaan yang harus dilakukan padahal kondisi mata air kita di sekitaran tambang semakin memprihatinkan,” ujarnya lirih.
Yang disyukuri saat ini, lanjut Idris, sudah ada masyarakat sekitar yang bergabung bersamanya untuk menyelamatkan mata air. “Dulu saya sendiri bahkan sempat dituding gila oleh masyarakat setempat. Tapi kini mereka bersedia membantu dan terlibat bersama-sama menyelamatkan alam karena sangat bermanfaat,” demikian Kakek Idris yang dijuluki Sang Penjaga Mata Air.
Manager Head Of Corporate Comunication PTAMNT, Kartika Octaviana yang dihubungi via whatsapp mengatakan PT AMNT sudah melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dan ini akan terus berjalan. “Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan lingkungan, salah satunya untuk perlindungan mata air,” jawabnya singkat. (HEN/SR)






