SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/6/2020)
Wabah Corona tak menghalangi sekolah untuk melakukan persiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada Tahun Ajaran 2020/2021. Seperti yang dilakukan SMA Negeri 1 Plampang. Sejak Senin (8/6/2020) kemarin, sudah mulai membuka pra tahapan PPDB. Pra ini dilakukan untruk melakukan verifikasi kelengkapan calon siswa sesuai criteria masing-masing, mengingat pendaftaran resmi dimulai 15 Juni mendatang. “Kuota PPDB untuk sekolah ini 234 orang dengan 7 rombongan belajar atau ruang kelas,” sebut Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Plampang, Saifullah, S.Pd kepada Wartawan Samawarea Biro Wilayah Sumbawa Timur.
Sementara Kepala SMAN 1 Plampang, Abdul Malik S.Pd., M.Pd mengatakan, Pra PPDB di sekolahnya berlangsung hingga Kamis, 11 Juni 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PPDB pada tahun ajaran 2020 ini dilakukan secara daring (online) guna mencegah penularan Covid-19. Dan sampai saat ini sekolah tidak libur, tetap belajar secara online, demikian dengan PPDB. “Jika tahun lalu siswa diharuskan datang ke sekolah, sekarang peserta didik belajar di rumah. Ini upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid,” jelasnya.
Untuk pendaftaran PPDB, Malik mengatakan, calon siswa bisa melalui Whatsapp. Untuk melengkapi dokumen, calon siswa hanya memindai dokumen, kemudian mengirimnya lewat aplikasi yang akan disiapkan. “Jadi kita tidak akan undang calon peserta didik untuk datang ke sekolah. Siswa mendaftar dari rumah masing-masing melalui WA,” ujar Abdul Malik.
Untuk diketahui, ada beberapa jalur PPDB yakni zonasi, afirmasi dan prestasi (akademik dan non-akademik). Jalur zonasi memprioritaskan calon peserta didik yang rumahnya lebih dekat dari sekolah. Untuk jalur ini, kuota yang disediakan sekitar 60 persen. Jalur afirmasi diberikan untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin dengan kuota 15 persen, dan 5 persennya disediakan untuk perpindahan tugas orang tua dan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Sementara jalur prestasi (akademik dan non akademik) disediakan 30 persen. “Kita tetap terima jalur prestasi non akademik. Jadi yang memiliki sertifikat juara berhak mendaftar sebagai calon peserta didik baru,” tandas Malik
Untuk melakukan seleksi calon siswa, lanjut Abdul Malik, tim PPDB akan mengacu pada data rapor mulai dari semester 1 hingga 5, serta prestasi akademik dan non akademik. Tim akan mengurutkan dari total nilai tertinggi sampai kuota piagam kejuaraan dengan paling rendah juara kabupaten dan bukti bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz. “Sekarang kuotanya hanya 7 Rombel dengan daya tampungnya dalam setiap Rombel 32 siswa. Pendaftaran tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (BUR/SR)






