SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16/6/2020)
Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat (TAB) di SMK Negeri 2 Sumbawa menjadi incaran peserta didik baru pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021. Jumlah pendaftar pada kompetensi keahlian kerjasama SMKN 2 dengan PT Trakindo Utama itu mencapai 115 orang. Jumlahnya melampaui kuota satu Rombongan Belajar (Rombel) dengan jumlah 20 siswa. Bila dibandingkan tahun lalu, pendaftar tahun ini justru lebih banyak. ”Tahun lalu hanya 98 orang. Tahun ini 115. Pendaftaran dibuka tiga hari, 6 Juni, 8 Juni dan 9 Juni,” beber Kepala SMKN 2 Sumbawa melalui Ketua PPDB, Abdul Kadir, S.Pd, yang ditemui, Senin (15/6).
Abdul Kadir yang didampingi Ketua Program Study Otomotif, Awaluddin, S.Pd, mengatakan, setiap pendaftar menjalani tahapan seleksi ketat Trakindo. Seleksi awal yakni tes tulis Matematika dasar, logika dan kemampuan membaca gambar. Dari seleksi yang digelar pada Rabu (10/6/2020) itu, 55 orang dinyatakan gugur. Sementara 60 orang lain melaju ke tahapan tes online, Kamis (11/6/2020). Materi soal pada tes ini betul-betul dirahasiakan. ”Soal tidak diketahui oleh sekolah,” akunya.
Dari seleksi online itu, yang lulus hanya 28 orang. Mereka melaju ke tes wawancara dan tes praktek merakit komponen alat berat. 20 besar terbaik akan diambil untuk mengikuti medical check up. Tahapan tersebut dipusatkan di Sinar Medika, Senin (15/6/2020). ”Kalau ada yang gugur, maka diganti dengan yang peringkat 21 dan seterusnya. Kalau buta warna otomatis gugur,” terangnya.
Tingginya minat calon siswa mendaftar di kelas TAB ini, membuat pihak sekolah berencana menambah kuota. Hal itu pernah diajukan ke pihak Trakindo namun ditolak. Tingginya biaya PKL menjadi alasan. Dijelaskannya, biaya PKL relative mahal. Biaya medical check up saja mencapai Rp 1,5 juta per orang. Belum lagi biaya lainnya. ”Bisa tambah kuota, kalau sekolah sanggup untuk biaya PKL. Sekarang harus ada standar medical check up. Nggak boleh sembarangan. Standar rumah sakit oleh PT AMAN. Biayanya 1,5 jt per orang. Belum biaya lain,” sebut dia.
Jurusan TAB sudah ada sejak 2007. Jumlah alumni telah mencapai sekitar 150-an orang. Bahkan 90% alumni terserap di Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Sementara 10% lainnya memilih melanjutkan kuliah. ”Bukan hanya di Trakindo, mereka juga masuk di PT AMNT, MacMahon, Cakra Jawara, SSB (Sanggar Sarana Baja), Sangati (perusahan kontraktor). Sewatama dan BRL,” pungkasnya. (SR)






