SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/6/2020)
Prestasi membanggakan diraih Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS). Kampus yang berada di kaki Bukit Olat Maras, Sumbawa ini berhasil menduduki peringkat 14 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan pengakuan prestisius Nature Index. UTS yang dinaungi Yayasan Dea Mas ini berada di atas kampus-kampus negeri dan ternama. Sebut saja Universitas Negeri Jakarta di urutan 15, Universitas Mataram (UNRAM) rangking 16, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke-17, Universitas Negeri Semarang (UNNES) di urutan 18, serta Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Politeknik Kesehatan Jakarta di rangking 19 dan 20. UTS juga berada satu tingkat di bawah Universitas Padjadjaran yang menempati rangking ke-13. Namun dalam prestasi ini UTS bersama ITB, Universitas Negeri Malang, Syiah Kuala University (Unsyiah), UI, Unhas, UGM, UNPAR, Udayana, UNIPA dan lainnya berada dalam 20 besar kampus di Indonesia.
Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya yang dimintai tanggapannya, mengaku sangat senang dan surprise dengan prestasi ini. Meski baru berumur 7 tahun, tetapi UTS memiliki pencapaian yang bisa sejajar dengan universitas ternama lainnya di Indonesia. Padahal universitas-universitas tersebut sebagian besar berstatus negeri dan sudah lama berdiri. Menurut Bang Irul—akrab Rektor disapa, Nature Index adalah sebuah jurnal prestisius di dunia. Semua perguruan tinggi berusaha agar penelitiannya bisa tampil dalam jurnal bergengsi tersebut. Nature Index melihat universitas itu dari sisi produktivitas publikasi ilmiah atau penelitian (penelitian). Ini membuktikan bahwa peneliti dari UTS sudah mampu mempublikasi penelitiannnya di jurnal terbaik dan bonafit di dunia. Salah satu contoh, belum lama ini Muhammad Hilmy Alfaruqi, ST, M.Eng, Ph.D, Dosen Teknik Metalurgi UTS berhasil masuk dalam 15 SINTA Score Indonesia. Namanya tercatat dalam 500 Peneliti Terbaik Indonesia berdasarkan Science Technology Index (SINTA). Alfaruqi yang baru menyelesaikan doktoralnya di Korea ini sudah memiliki lebih dari 38 publikasi internasional dengan berbagai penghargaan internasional dan project di Korea. “Sungguh tidak menyangka kampus kita mendapat pengakuan dunia. Ini capaian yang luar biasa, sebagaimana slogan UTS, membumi dan mendunia,” cetusnya.
Dilansir dari natureindex.com, setiap tahun, Nature Indeks menerbitkan tabel berdasarkan jumlah hasil penelitian berkualitas tinggi pada tahun kalender sebelumnya. Data di balik tabel didasarkan pada proporsi yang relatif kecil dari total makalah penelitian, mereka mencakup ilmu alam saja dan hasilnya non-normal (yaitu, mereka tidak mencerminkan ukuran negara atau lembaga, atau keseluruhan penelitiannya keluaran). The Nature Index adalah salah satu indikator kinerja penelitian institusi. Metrik Hitung dan Bagikan yang digunakan untuk memesan daftar Indeks Alam didasarkan pada hasil publikasi lembaga atau negara di 82 jurnal sains alam, yang dipilih berdasarkan reputasi oleh panel independen ilmuwan terkemuka di bidangnya. Nature Index mengakui bahwa banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan ketika mempertimbangkan kualitas penelitian dan kinerja kelembagaan; Metrik Indeks Alam sendiri tidak boleh digunakan untuk menilai institusi atau individu.Data dan metode Indeks Alam transparan dan tersedia di bawah lisensi creative commons di natureindex.com. (JEN/SR)









waw NTB mendunia dengan pendidikan yang luar biasa, saya harap UTS menjadi universitas terbaik di NTB, namun mengapa kepopuleran nya lebih populer dari unram, mungkin kurangnya pem publikasi kan dan masih menggunakan bahasa daerah untuk selogan selogan yang di gunakan. rubah lah sedikit dengan bahasa nasional