Jeritan Pelaku Usaha Kepiting Rajungan di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -655 Dilihat

Oleh : Nydia Pratiwi Puji Lestari-Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Samawa (UNSA)

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/5/2020)

Kepiting rajungan merupakan salah satu produk perikanan Indonesia memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi. Dalam Januari-Februari 2020 ekspor kepiting rajungan Indonesia mencapai 4.462 ton atau turun sebesar 1,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (4.542 ton). Pandemi Virus Corona membuat pelaku usaha ketar-ketir. Pasalnya imbas dari wabah tersebut sudah melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, tak terkecuali sektor ekonomi.

Salah satu nelayan penangkap kepiting rajungan di Desa Tanjung Bila, Muhammad Ardi (23) mengatakan, daging kepiting untuk komoditi ekspor untuk sementara tidak menerima pengiriman. Alasannya karena pintu ekspor dan warung makan seafood, tutup. Selain negara tujuan penjualan adalah negara yang juga ikut terdampak Corona, seperti Cina, Singapura, Malaysia dan Korea Selatan. “Sejak Virus Corona mewabah ke Indonesia awal Maret lalu, usaha pengolahan daging kepiting berhenti,” katanya, Kamis (28/5/2020).

Karena pendapatan dari hasil penjualan kepiting rajungan berhenti, sebagian warga di Desa Tanjung Bila Kecamatan Lape ini memilih mencari “Udang Masin” sebagai mata pencaharian pengganti kepiting rajungan. “Sebelum ada wabah Corona, kepiting rajungan dari nelayan biasa saya beli 30.000/kg, Kalau sekarang paling mahal saya berani beli 15.000/kg dan itupun tidak banyak karena rumah makan di kota sudah banyak yang tutup,” ungkap Fatmawati, salah seorang pengepul kepiting rajungan di Desa Tanjung Bila.

Para nelayan dan pelaku usaha kepiting rajungan mengharapkan bantuan dari pemerintah demi keberlangsungan hidup mereka. Selain itu, dia berharap agar penyebaran Virus segera berakhir. “Harapannya ya segera ada solusi dari pemerintah dalam penanganan Corona, jadi kita bisa hidup seperti biasa lagi, normal lagi. Membangun ekonomi masyarakat seperti yang dilakukan kami warga Pesisir bisa kembali berjalan,” tutup Fatmawati. (NPPL)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *