Oleh: Sri Hartati–Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Samawa (UNSA)
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/5/2020)
Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru yang tidak dikenal sebelum terjadinya wabah di Wuhan, Tiongkok, pada Bulan Desember 2019. Mewabahnya virus corona atau Covid-19 di berbagai belahan dunia dan daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Sumbawa, tidak hanya memberikan dampak kesehatan tapi juga social dan ekonomi. Ini juga tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, melainkan para pedagang terutama di Pasar Kerato. Sejak pandemic ini, omzet para pedagang tersebut menurun. Ini karena adanya protocol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah yaitu menerapkan social distancing atau physical distancing bagi masyarakat sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19.
Ibu Yuni (37), salah satu penjual pakaian di pasar itu mengakui omzetnya menurun. Sebelum Corona, pendapatannya per hari bisa mencapai Rp 1,5 juta. Selama Pandemi ini, paling banyak hanya Rp 500 ribu, dan biasanya Rp 300 ribu per hari. “Itupun terkadang dari pagi sampai siang tidak ada orang belanja bahkan bisa seharian tidak dapat penghasilan,” keluhnya saat ditemui Rabu (28/5/2020) kemarin.
Berbeda dengan Ibu Nuraeni (44) penjual sembako dan barang klontongan lainnya. Meski pandemic Corona menyerang, omzetnya tetap stabil. Hasil penjualannya baik sebelum dan saat wabah corona ini tidak berubah. Sehari rata-rata mencapai Rp 6—8 juta, terkadang lebih. “Pembeli yang datang selalu ramai. Mungkin karena saya jual sembako yang sangat dibutuhkan setiap hari oleh masyarakat,” ujarnya.
Demikian dengan Ibu Lili Sri Murtini. Penjual ikan yang sudah berumur setengah abad ini mengakui tidak ada yang berubah dengan penghasilannya meski di tengah wabah corona. Ikan yang dijualnya tetap laris seperti sebelum corona. Orang tetap ramai membeli ikannya. Yang berubah sedikit adalah durasi jualannya. Biasanya, sebelum Corona, ia berjualan dari pukul 05.35 sampai 17.00 Wita. Tapi sejak corona hanya berdagang sampai pukul 15.30 Wita, sebab semakin sore pembeli sudah mulai sepi.
Hampir semua pedagang di Pasar Kerato ini berharap wabah covid-19 ini cepat berlalu agar perekonomian para pedagang kembali normal dan bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pendapatan pedagang sangat bergantung dari pembeli. Ketika perekonomian pembeli lesu akibat dampak corona, maka daya beli menurun dan mempengaruhi pendapatan pedagang. (SH)






