Home / HukumKriminal / Modus Ngajar Les, Oknum PNS Diduga Garap Sejumlah Murid SD

Modus Ngajar Les, Oknum PNS Diduga Garap Sejumlah Murid SD

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/5/2020)

Kelakuan TF (28) sungguh memalukan. Oknum PNS ini diduga tega mencabuli sejumlah murid sekolah dasar (SD) di wilayah kecamatan bagian selatan Kabupaten Sumbawa. Aksi bejatnya dilakukan di beberapa tempat berbeda. Terkadang di dalam toilet SD, juga di salah satu ruangan sekolah. Sejauh ini tercatat sudah 6 murid SD yang diduga menjadi korban. Para korban ini telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Dan Minggu (24/5/2020) malam ini, TF yang bekerja di sebuah puskesmas tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. “Kami sudah gelar perkara dan malam ini TF sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK yang dikonfirmasi, Minggu (24/5).

Sejauh ini ungkap Kapolres, sudah 6 orang siswa SD yang diduga menjadi korban tersangka, dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Reskrim Polres Sumbawa. Para siswa ini rata-rata berumur 12—13 tahun. Dalam aksinya, tersangka mengadakan kegiatan les malam yang diikuti oleh para korban. Les itu diadakan di rumah dinas yang menjadi tempat tinggal tersangka. Rupanya ini hanya modus, karena tersangka memaksa korban untuk berhubungan badan. Karena diancam korban tidak berani menceritakannya kepada orang tuanya. Terungkapnya kasus ini,  setelah salah seorang korban memberanikan diri menceritakan perbuatan tersangka kepada bibinya yang tinggal di luar daerah melalui WhatsApp. Oleh bibinya ini disampaikan kepada orang tua korban. Setelah didesak orang tuanya, akhirnya korban berterus terang. Ternyata bukan hanya satu orang yang mengaku mengalaminya, beberapa teman korban juga bernasib sama. Untuk menghindari adanya aksi massa, tersangka dan keluarganya diamankan dan dievakuasi pihak kepolisian. Selain itu Kapolres yang langsung turun berupaya mengendalikan situasi dengan melakukan pendekatan dan menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. Selain itu menyerahkan persoalan itu kepada aparat kepolisian untuk diproses secara hukum. Mengenai para korban yang masih di bawah umur, Kapolres mengatakan telah berkoordinasi dengan psikolog dan pendamping untuk trauma healing guna penanganan psikis.

Sementara itu informasi yang diserap samawarea.com, tersangka adalah ASN di sebuah puskesmas. Tersangka pertamakali melakukan aksinya pada tahun 2018 saat masih mengabdi sebagai Guru di salah satu sekolah dasar. Dan perbuatan itu kembali terulang Februari 2020 saat tersangka sudah berstatus sebagai ASN di salah satu Puskesmas. (JEN/SR)

Lihat Juga

Terekam CCTV, Pelaku Pengrusakan Depot Air Minum Diringkus Tim Puma

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1/7/2020) Aksi penyerangan dan pengrusakan di Depot Air Minum Isi Ulang “Aquaris” ...

2 comments

  1. sangat senang membaca Samawa Rea Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *