SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30/4/2020)
Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa telah melakukan test cepat (rapid test) sebanyak 60 orang santri asal Sumbawa dari Klaster Magetan, Jawa Timur. Dari hasil test cepat ini terungkap 19 orang di antaranya reaktif. Selebihnya 41 orang negatif. Demikian diungkapkan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani A.Pt kepada samawarea.com, Kamis (30/4) malam ini.
Dikatakan Haji Didi—akrab Jubir juga Kadis Kesehatan Sumbawa ini, belasan orang yang dinyatakan reaktif hasil rapid test ini diarahkan untuk dilakukan isolasi secara terpadu di pusat karantina yang disiapkan pemerintah daerah. Sebagian di antara mereka telah dilakukan pengambilan sampel swab, dan sebagiannya lagi belum sempat, karena kehabisan reagen baik persediaan di Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark (STP) maupun di laboratorium Mataram. Sedangkan bagi 41 orang yang hasil rapid testnya negatif, lanjut Haji Didi, diminta untuk melakukan isolasi mandiri, karena mereka akan kembali dirapid test untuk kedua kalinya. Ini dilakukan agar mendapatkan hasil maksimal. “Rapid test kedua ini akan dilakukan idealnya di atas 7 hari setelah rapid test pertama,” imbuhnya.
Untuk diketahui, sebut Haji Didi, ada sekitar 70 orang warga Sumbawa yang menjadi santri di salah satu Ponpes di Magetan. Yang bisa ditelusuri dan diidentifikasi baru 60 orang. Namun dari informasi yang diperoleh, 10 orang sisanya tidak pulang. Meski demikian informasi ini masih bersifat kemungkinan, dan pihaknya sampai saat ini terus melakukan penelusuran.
Di bagian lain, Haji Didi mengaku senang dan menyambut positif antusiasnya masyarakat meminta untuk diperiksa melalui test cepat (Rapid Test). “Sekarang ini kami banyak mendapat permintaan dari orang yang merasa dirinya berisiko dan ingin sekali meyakinkan diri terpapar atau tidak. Kami pun senang menyambutnya. Tapi untuk sekarang belum bisa kita penuhi, karena masih mendahulukan saudara-saudara kita dari Klaster Gowa dan Magetan,” pungkasnya. (JEN/SR)






