Kabur dari RSUD Praya, Pasien Positif Covid Ditemukan di Persawahan  

oleh -313 Dilihat

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (29/4/2020)

Salah seorang pasien status positif Covid-19 yang kabur dari tempat karantina RSUD Praya, Lombok Tengah, sempat viral. Pasalnya saat kabur, pasien ini terekam kamera CCTV dan rekaman videonya tersebar luas melalui media social. Aksi pasien berinisial LS asal Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, Selasa (28 April 2020) pukul 20.00 Wita ini membuat heboh masyarakat tempat daerah asalnya. Saking paniknya, warga melakukan penjagaan ketat untuk mencegah yang bersangkutan kembali ke kampung karena ditakutkan akan menularkan Covid-19 kepada warga lain. Menyikapi hal itu, Tim Gugus Tugas bergerak melakukan pencarian.

Dandim 1620/Loteng, Letkol Czi. Prastiwanto, menyampaikan sejak laporan pasien covid inisial LS kabur, Gugus Satgas Covid tak tinggal diam melakukan koordinasi secara hirarki untuk segera mencari, menemukan dan mengembalikan yang bersangkutan untuk dikarantina sesuai Protokol Penanganan Pasien Positif Covid-19. Dengan koordinasi yang ketat antara Tim Satgas serta kepedulian masyarakat, keberadaan SL berhasil teridentifikasi. Berawal adanya infomasi warga Dusun Selanglet yang melapor ke anggota Koramil 1620-04 Praya Barat, Serka Ifan Suntoro yang sedang melaksanakan penertiban pasar Desa Penujak. LS terlihat sedang berjalan dari Dusun Mentoko menuju Dusun Kangi. Serka Irfan langsung mengkoordinasikannya dengan Tim Covid Puskesmas Desa Penujak untuk bersama menjemput LS,  Rabu (29/4/2020) tadi. Tidak butuh waktu lama, Tim Satgas Covid19 Desa Penujak termasuk Babinsa dan Satpol PP menemukan LS di jalan persawahan Dusun Kangi. Selanjutnya LS dibawa menggunakan ambulance menuju RSUD Praya untuk kembali dikarantina. “Kami mengamankan LS dengan harapan dapat mencegah dan memutus mata rantai penularan penyakit covid-19 terhadap masyarakat lainnya, serta mengantisipasi timbulnya gejolak sosial lainnya di tengah masyarakat mengingat yang bersangkutan status pasien positif,” tegas Dandim.

Karena itu Ia berharap masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti himbauan pemerintah. Paling penting, bahwa Covid-19 bukan aib. “Siapa saja bisa terjangkit, jadi jangan salah diartikan diisolasi atau dikarantina itu bagian dari tindakan medis untuk percepatan memutus mata rantai serta antisipasi penyebaran Covid-19,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *